UC Makassar Dorong Lulusan Tak Hanya Cari Kerja, tapi Bangun Bisnis

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Sebanyak 263 mahasiswa Universitas Ciputra (UC) Makassar resmi menyandang gelar akademik dalam prosesi wisuda perdana yang digelar Sabtu (3/10/2026).
Para lulusan disiapkan untuk melanjutkan perjalanan setelah kampus melalui sejumlah jalur karier, mulai dari meneruskan bisnis keluarga hingga membangun usaha sendiri.
Ketua Program Studi Magister Manajemen UC Makassar, Afrizal Firman, mengatakan terdapat tiga pilihan utama yang dapat ditempuh lulusan setelah menyelesaikan pendidikan, yakni family business, karier profesional di perusahaan, dan startup atau venture creation.
“Yang pertama ada family business, bagi mereka yang sudah lulus terus meneruskan bisnis keluarga. Untuk yang corporate, mereka tentunya akan berada pada jalur corporate atau profesionalisme. Dan yang terakhir itu startup, mereka membangun bisnis sendiri atau venture creation,” ujar Afrizal.
Pada sesi pertama wisuda, Program Studi International Business Management meluluskan 100 wisudawan. Sementara Program Studi Visual Communication Design (VCD) meluluskan 20 wisudawan dan Program Studi Magister Manajemen sebanyak 23 wisudawan.
Menurut Afrizal, wisuda tidak hanya menjadi penanda berakhirnya pendidikan di perguruan tinggi. Lulusan juga perlu memiliki kesiapan untuk menghadapi perubahan dunia kerja serta kemampuan melihat peluang di luar jalur pekerjaan konvensional.
Khusus lulusan Magister Manajemen, Afrizal menyebut sebagian besar wisudawan telah memiliki pengalaman profesional maupun menjalankan usaha sebelum menyelesaikan pendidikan. Dari 23 lulusan, rata-rata sudah berstatus sebagai profesional atau pengusaha.
Sementara untuk mahasiswa jenjang sarjana, UC Makassar memiliki program Get Higher Before Graduation yang dirancang untuk memberikan pengalaman dan kesiapan karier sebelum mahasiswa menyelesaikan pendidikan.
Afrizal mengatakan sejumlah lulusan bahkan telah mendapatkan pengalaman kerja atau mengembangkan usaha sebelum mengikuti wisuda. Sebagian telah bekerja di perusahaan, termasuk perusahaan internasional, sementara lainnya mulai merintis bisnis ketika masih berstatus mahasiswa.
“Sebagian dari mereka sudah punya profil pekerjaan, bahkan sebelum lulus. Itu yang kemudian kami data melalui tracing study,” katanya.
Melalui tracing study, mahasiswa diminta memetakan rencana setelah menyelesaikan pendidikan. Data tersebut digunakan untuk mengetahui arah karier lulusan, termasuk mereka yang melanjutkan karier di tingkat nasional maupun internasional.
Afrizal menyebut terdapat pula lulusan Magister Manajemen yang telah bekerja secara profesional di organisasi internasional.
Hal tersebut, menurut dia, menjadi bagian dari gambaran jalur karier yang ditempuh lulusan UC Makassar setelah menyelesaikan pendidikan.
Di sisi lain, Afrizal mengakui persaingan dunia kerja semakin dinamis. Lulusan tidak hanya dituntut mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga menghadapi kompetisi yang semakin terbuka di tingkat internasional.
“Kompetisi jangan hanya dilihat sebagai tekanan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berkembang,” ujarnya.
Selain memasuki dunia kerja maupun membangun usaha, UC Makassar juga membuka peluang bagi lulusan berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Manajemen.
Afrizal mengatakan lulusan S1 dengan prestasi akademik dapat mengikuti proses seleksi beasiswa. Kampus juga menyediakan sejumlah skema, termasuk program early bird dan beasiswa berbasis prestasi.
“Bagi mereka yang terbaik tetap akan diseleksi, sangat welcome untuk diberikan beasiswa. Kita punya program, baik itu program early bird maupun program-program prestasi lainnya,” katanya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News