Unismuh Makassar Gandeng Kementerian HAM, Perkuat Kesadaran Literasi Mahasiswa

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bersama Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Sulawesi Selatan menggelar kegiatan penguatan kapasitas hak asasi manusia (HAM), Rabu (26/4/2026).
Kegiatan ini diikuti lebih dari 300 mahasiswa sebagai bagian dari upaya menanamkan pemahaman serta kesadaran tentang pentingnya penghormatan HAM di lingkungan kampus.
Ketua Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) Unismuh Makassar, Dr. Nenny, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen kampus dalam membangun budaya akademik yang menjunjung nilai kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, dan non-diskriminasi.
“Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep HAM, tetapi juga berperan aktif menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, aman, dan beradab,” ujarnya.
Tingginya antusiasme peserta, menurutnya, menunjukkan bahwa isu HAM semakin relevan di kalangan mahasiswa, baik dalam konteks kehidupan kampus maupun masyarakat luas.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sulawesi Selatan, Daniel Rumsowek, menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan sekaligus penjaga nilai-nilai kemanusiaan.
“Hak asasi manusia melekat pada setiap individu sejak lahir dan bersifat universal. Mahasiswa harus menjadi agen kemanusiaan yang mampu memahami serta memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan berekspresi harus tetap berada dalam koridor penghormatan terhadap hak orang lain.
Senada dengan itu, Pelaksana Harian Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ihyani Malik, menegaskan bahwa kebebasan berekspresi di lingkungan kampus perlu dibingkai dengan etika dan tanggung jawab sosial.
“Kampus harus menjadi ruang yang aman untuk berekspresi, tanpa mengabaikan batas-batas yang berkaitan dengan hak orang lain,” ujarnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi yang membahas berbagai isu aktual HAM, termasuk dinamika kebebasan berekspresi di era digital.
Diskusi interaktif yang berlangsung diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa dalam memahami sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai HAM.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaktualisasikan nilai HAM tidak hanya secara teoritis, tetapi juga dalam praktik kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News