Unismuh Makassar Kukuhkan Lebih dari 5.000 Maba Tahun Akademik 2026/2027

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memulai tahun akademik 2026/2027 dengan mengukuhkan mahasiswa baru. Sebanyak lebih dari 3.600 mahasiswa reguler bergabung pada delapan fakultas program sarjana.
Jika ditambah mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), jumlah mahasiswa baru Unismuh Makassar tahun akademik 2026/2027 mencapai lebih dari 5.000 orang.
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd Rakhim Nanda, mengatakan pengukuhan tersebut menjadi penanda dimulainya babak baru bagi mahasiswa yang akan menjalani proses pendidikan di lingkungan kampus.
“Kita berharap dengan kehadiran warga kampus yang baru ini, sebagaimana kita pesankan tadi dalam pengukuhan dan orientasinya, agar mereka menjadi manusia dewasa muda yang diberi atau mengambil perannya masing-masing,” kata Rakhim Nanda di Balai Sidang Mukhtamar Unismuh Makassar, Kamis (17/09/2026).
Menurutnya, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya menyelesaikan pendidikan hingga wisuda, tetapi juga mampu mengambil peran dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan bangsa dan negara.
“Mereka ini adalah cikal bakal masa depan bangsa. Oleh karena itu, kepada seluruh civitas akademika, mulai dari tenaga kependidikan, para dosen, hingga para pimpinan, diharapkan menjalankan tugasnya dengan baik dalam melayani mereka,” ujarnya.
Ia menekankan, pelayanan dan pendampingan dari seluruh unsur kampus penting agar mahasiswa dapat berkembang secara terarah dan menjadi generasi yang mampu melanjutkan pembangunan bangsa.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX, Prof. Dr. dr. Budu, mengatakan proses penerimaan dan penyambutan mahasiswa baru merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian LLDIKTI.
“Secara keseluruhan, proses penerimaan mahasiswa baru itu masuk dalam salah satu tugas pokok LLDIKTI IX. Kita harus memantau proses penyambutan mahasiswa baru,” kata Budu.
Khusus untuk Unismuh Makassar, Budu mengapresiasi peningkatan jumlah mahasiswa baru dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan tata kelola perguruan tinggi yang semakin baik sekaligus meningkatnya minat masyarakat.
“Saya tentu bersyukur karena rupanya perguruan tinggi swasta saat ini masih bisa menerima mahasiswa lebih banyak, dan saat ini jumlahnya lebih tinggi dibanding tahun lalu. Itu berarti tata kelola di Unismuh semakin baik dan peminatnya semakin tinggi dibanding sebelumnya,” ujarnya.
Budu mengingatkan agar mahasiswa tidak memaknai keberadaan mereka di perguruan tinggi hanya sebagai proses menyelesaikan tugas akademik hingga memperoleh ijazah.
Mahasiswa, kata dia, perlu didorong untuk menghasilkan prestasi dan karya yang memberikan manfaat, baik bagi kampus maupun bagi dirinya sendiri.
“Keberadaan mahasiswa itu tidak sekadar menyelesaikan tugas dan selesai pada saat wisuda saja. Namun, mereka harus memiliki kontribusi yang bermanfaat untuk kampus dan dirinya sendiri,” katanya.
Ia mencontohkan prestasi mahasiswa dalam Pekan Ilmiah Nasional, kompetisi riset, karya inovatif, serta kewirausahaan sebagai bentuk kontribusi yang perlu terus dikembangkan.
“Prestasi mahasiswa di pekan ilmiah nasional, kompetisi-kompetisi karya riset, karya inovatif, dan karya kewirausahaan itu sebenarnya harus muncul dari mahasiswa. Dan itu adalah bagian yang kami pantau di LLDIKTI,” ujarnya.
Budu juga menyampaikan bahwa mahasiswa baru di Unismuh Makassar dan perguruan tinggi lain di bawah LLDIKTI Wilayah IX akan dimasukkan ke dalam pangkalan data pendidikan tinggi atau PDDikti. Langkah tersebut dilakukan agar data mahasiswa tercatat secara rapi, terkontrol, dan dapat dipantau.
Terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Budu mengatakan perguruan tinggi tidak dapat menghindari perubahan tersebut. Menurutnya, AI memiliki banyak manfaat, tetapi juga perlu digunakan secara bijak.
“Mahasiswa itu harus kreatif, adaptif, dan mampu memilah-milah AI yang bermanfaat untuk dirinya, baik untuk pembelajaran, pendidikan, maupun kegiatan-kegiatan lainnya,” katanya.
Ia menilai mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan AI tanpa mengabaikan integritas, kejujuran, kedisiplinan, etika, dan keterampilan sosial.
Menurut Budu, pembekalan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) yang diterapkan di Unismuh menjadi salah satu fondasi penting dalam menghadapi perkembangan teknologi tersebut.
“Artificial Intelligence itu tidak bisa meniru integritas, tidak bisa meniru kejujuran, tidak bisa meniru kedisiplinan, dan soft skills itu tidak bisa ditiru oleh AI,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa agar tetap mengembangkan integritas, keterampilan sosial, etika, dan sikap yang baik di tengah perkembangan AI.
“Perguruan tinggi harus mengadaptasi diri dengan perkembangan AI, karena ini tidak bisa dihindari,” pungkasnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News