Update Jumlah Keracunan MBG di Bogor: 171 Korban, 22 Dirawat

Update Jumlah Keracunan MBG di Bogor: 171 Korban, 22 Dirawat

HARIAN.NEWS, BOGOR – Pada Rabu (7/5/2025) dilaporkan  sejumlah siswa TK dan SMP, serta guru Bina Insani, Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Laporan ini terus bertambah hingga 6 sekolah yang mengalami keracunan.

Dari enam sekolah tersebut yaitu TK Bina Insani sebanyak 18 orang, SD Bina Insani 2 orang, SMP Bina Insani 82 orang, SDN Kukupu 3 sebanyak 9 orang, SDN Kedung Jaya 1 sebanyak 16 orang, dan SDN Kedung Jaya 2 berjumlah 43 orang.

Update terbaru, dari total 171 orang, 22 orang menjalani rawat inap, 29 orang menjalani rawat jalan, dan 120 orang mengalami keluhan ringan.

, jumlah siswa yang menjadi korban sebanyak 171, dan 22 orang diantaranya dirawat di sejumlah rumah sakit.

Adapun korban yang menjalani rawat inap di RS Hermina sebanyak 7 orang, RS Azra berjumlah 4 orang, RS Islam 6 orang, RS EMC 1 orang, RS Graha Medika 2 orang, dan RS Salak 2 orang.

“Update terbaru hari ini satu pasien sudah pulang. Jadi yang masih dirawat sampai hari ini berjumlah 21 orang,” kata Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin usai meninjau korban keracunan di RS Hermina, dikutip dari liputan6, Sabtu (10/5/2025).

Menurutnya, pasien yang menjalani rawat inap karena diduga keracunan MBG umumnya sudah mulai membaik.

“Memang ada yang masih belum stabil, masih ada keluhan mual. Kami sudah minta pihak rumah sakit untuk mengintensifkan pemeriksaan,” kata dia.

Dinas Kesehatan, kata dia, masih terus memantau sekolah-sekolah yang terindikasi keracunan. Ada 13 sekolah yang menerima program MBG yang didistribusikan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bosowa Bina Insani.

Ia juga mengimbau jika ada gejala keracunan segera mengakses pelayanan kesehatan di Puskesmas terdekat atau Dinas Kesehatan melalui call center PSC 119.

“Begitu juga bagi pasien rawat jalan, jika ada keluhan lagi untuk segera mendatangi puskesmas,” pintanya.

Dari hasil penyelidikan epidemiologi (PE) pada 8 Mei 2025, tercatat dari 13 sekolah yang menerima MBG, ada 6 sekolah yang telah melaporkan kejadian keracunan.

Sebagai informasi, siswa mulai mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG pada Selasa (6/5/2025) sore. Namun kasus ini baru dilaporkan pada Rabu (7/5/2025). Semula korban keracunan berjumlah 36 siswa, namun setiap harinya terus bertambah hingga mencapai 171 orang.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News