Update Pencarian Pesawat ATR: Serpihan dan Potongan Badan Ditemukan

Update Pencarian Pesawat ATR: Serpihan dan Potongan Badan Ditemukan

HARIAN.NEWS, PANGKEP – Operasi pencarian pesawat jenis ATR yang melayani rute Yogyakarta–Makassar terus berlanjut, Minggu (18/1/2026).

Pesawat tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat memasuki wilayah Sulawesi Selatan dan diduga jatuh di kawasan pegunungan Kabupaten Pangkep.

Sejak laporan hilang kontak diterima, tim gabungan dari berbagai unsur langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian darat maupun udara.

Berdasarkan hasil koordinasi awal, titik dugaan jatuhnya pesawat mengarah ke wilayah pegunungan dengan kontur terjal dan vegetasi lebat di Pangkep.

Memasuki hari pencarian terbaru, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, M. Fadli Tahar mengupdate perkembangan signifikan dari lapangan.

Tim gabungan dilaporkan telah mencapai lokasi yang diduga sebagai titik jatuhnya pesawat dan menemukan sejumlah serpihan.

“Tabe pak vidio yang kita kirim sdh A1 mi pak dan teman2 sudah berada di lokasi penuemuan serpihan badan pesawat dan ekornya,” pesan Kepala BPBD Makassar diteruskan melalui timnya di lapangan,” Minggu (18/1).

Berdasarkan video dan foto yang dikirimkan dari lokasi, serpihan badan dan ekor pesawat ditemukan tersebar di lereng gunung yang curam. Kondisi medan yang ekstrem membuat proses pencarian dan pengamanan material pesawat dilakukan dengan sangat hati-hati.

Dalam dokumentasi lapangan terlihat tim gabungan yang terdiri dari unsur BASARNAS, BPBD Makassar, serta Brimob. Salah satu personel BPBD Makassar yang teridentifikasi berada di lokasi adalah Alam Sila, tampak mengenakan helm putih.

Untuk menjangkau titik penemuan, tim harus menggunakan teknik tali pengaman (roping) karena kemiringan lereng yang tajam.

BPBD Makassar juga merinci kronologi pergerakan personel berdasarkan catatan waktu di lapangan. Pada pukul 09.16 Wita, personel yang berada di puncak lokasi terdiri dari PASGAT sebanyak lima orang, BASARNAS empat orang, Relawan Bosowa dua orang, TRC Tonasa dua orang, serta unsur Kehutanan dua orang.

Namun, kondisi cuaca menjadi tantangan serius. Pada pukul 10.10 Wita, hujan disertai kabut tebal menyelimuti area pencarian. Jarak pandang dilaporkan sangat terbatas, hanya sekitar 5 hingga 10 meter.

Selanjutnya, pada pukul 10.23 Wita, tim mengonfirmasi penemuan serpihan yang lebih besar, termasuk potongan badan pesawat dan pakaian, yang berada di sisi utara titik koordinat hasil triangulasi sebelumnya. Temuan tersebut memperkuat dugaan lokasi jatuhnya pesawat ATR tersebut.

Pada pukul 10.51 Wita, tim melakukan perencanaan refling atau pergeseran jalur menggunakan tali menuju lokasi utama penemuan badan pesawat. Jarak titik tersebut diperkirakan sekitar 150 meter dari titik triangulasi awal.

Hingga kini, proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung. Tim gabungan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel mengingat cuaca yang berubah cepat serta medan pencarian yang berisiko tinggi.

Informasi resmi terkait perkembangan selanjutnya akan disampaikan secara berkala kepada publik.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News