Viral Napi Korupsi di Kendari Keluyuran ke Kafe Usai Sidang

Viral Napi Korupsi di Kendari Keluyuran ke Kafe Usai Sidang

Karutan Minta Maaf, Petugas Langsung Dicopot

HARIAN.NEWS, KENDARI – Dunia maya kembali dihebohkan oleh sebuah video yang merekam seorang narapidana kasus korupsi tengah bersantai di sebuah kedai kopi.

Yang membuat publik geram, pria yang menikmati kopi itu seharusnya sedang berada di balik jeruji besi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara.

Aksi santai narapidana korupsi tambang ini sontak memicu gelombang kritik pedas. Publik mempertanyakan ketatnya pengawasan dan kepatuhan prosedur di lingkungan pemasyarakatan.

Bagaimana bisa seorang warga binaan dengan leluasa menikmati suasana kafe layaknya orang bebas?

Kronologi: Sidang PK Berakhir, Malah Mampir ke Kafe

Dalam video viral tersebut, terlihat seorang narapidana kasus tindak pidana korupsi (tipikor) bernama Supriadi duduk santai di sebuah kafe di Kendari.

Ironisnya, momen ini terjadi saat Supriadi seharusnya dalam proses pengawalan setelah menjalani sidang peninjauan kembali (PK).

Sesuai prosedur standar (SOP), narapidana wajib langsung dikembalikan ke rutan usai persidangan. Namun, alih-alih langsung ke sel, rombongan pengawal justru mampir ke tempat hiburan.

Pengakuan Karutan: Pelanggaran SOP dan Sanksi Tegas

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Rutan Kelas IIA Kendari, Rikie Umbaran, buka suara. Tanpa banyak alasan, ia mengakui bahwa petugas pengawalnya telah melakukan pelanggaran berat terhadap SOP.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari peristiwa ini,” ujar Rikie, dalam video yang beredar.

Ia mengungkapkan bahwa petugas berinisial Y yang bertugas mengawal Supriadi lalai. Alih-alih menjalankan tugas, petugas tersebut diduga ikut serta atau membiarkan napi singgah ke kedai kopi. Begitu laporan masuk dan video viral, pihak rutan langsung membentuk tim pemeriksaan.

“Setelah saya kembali, warga binaan dan petugas pengawal langsung diperiksa. Hasilnya menunjukkan adanya pelanggaran SOP dalam pengawalan,” tegas Rikie.

Sebagai tindak tegas, petugas pengawal yang lalai langsung dicopot dari jabatannya dan dipindahtugaskan untuk menjalani pembinaan khusus.

Nyinyiran Warganet: ‘KUHP (Karena Uang Hilang Perkara)’

Aksi napi koruptor yang terlihat lebih santai dari petugasnya ini membanjiri linimasa media sosial dengan komentar sinis:

– @queenDEWI28: “Ini sih KUHP (Karena Uang Hilang Perkara).”

– @purapurapolos: “Langsung tutup muka dong, malu sama kucing tetangga.”

– @fawwasstore.id: “Banyak duit ini, kayaknya hotel juga bisa ya kalau gini caranya.”

Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap narapidana korupsi yang kerap mendapat perlakuan ‘istimewa’ di luar kewajaran. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : ANDI AWAL TJOHENG