Wali Kota Makassar Buka Gerai Donor Darah Ramadan di Al Markaz, PMI Target 5.000 Kantong Darah

Wali Kota Makassar Buka Gerai Donor Darah Ramadan di Al Markaz, PMI Target 5.000 Kantong Darah

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Makassar resmi membuka gerai donor darah Ramadan di halaman Masjid Al-Markaz Al-Islami, Kamis (19/2/2026) malam.

Pembukaan gerai ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan stok darah selama bulan suci Ramadan hingga pasca-Idulfitri.

Sekretaris PMI Makassar, Khudri Arsyad, yang mewakili Ketua PMI, menyampaikan rasa syukur atas dukungan Pemerintah Kota Makassar, khususnya kehadiran Wali Kota dalam pembukaan gerai tersebut.

“Kalau tadi Pak Wali Safari Ramadan, kalau kami ini Safari Donor,” ujar Khudri disambut senyum para undangan.

Khudri mengungkapkan, dalam dua bulan terakhir PMI Makassar terus menggenjot ketersediaan stok darah, terutama setelah momentum Natal dan Tahun Baru. Saat ini, kebutuhan darah di Makassar mencapai sekitar 250 kantong per hari.

Makassar sendiri menjadi pusat rujukan pasien untuk 23 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Dari 57 rumah sakit yang bekerja sama dengan PMI Makassar, sekitar 98 persen berada di Kota Makassar.

Bahkan dalam dua bulan terakhir, permintaan darah dari luar daerah seperti Maluku dan Timika juga mengalami peningkatan signifikan.

UTD PMI Makassar saat ini menjadi satu-satunya unit transfusi darah di kawasan ini yang telah tersertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sebagai standar mutu dan keamanan pengelolaan darah.

“Dukungan Pemkot Makassar luar biasa. SKPD dan OPD aktif menggerakkan donor darah, termasuk di tingkat kelurahan dan kecamatan yang hampir setiap pekan menggelar kegiatan donor,” jelasnya.

PMI Makassar pun menargetkan pengumpulan 5.000 kantong darah dalam sepekan pasca-Ramadan, sebagai langkah antisipasi lonjakan kebutuhan.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi, menegaskan bahwa donor darah bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga bentuk amal ibadah yang nilainya tak terhingga.

“Saya sempat berpikir, apakah donor saat puasa berbeda dengan hari biasa? Ternyata tidak ada bedanya. Ini menunjukkan semangat berbagi tetap bisa dilakukan di bulan Ramadan,” ujarnya.

Appi juga mendorong agar gerakan donor darah semakin masif hingga ke tingkat bawah.

“Ke depan, lurah bersama RT/RW bisa rutin menggerakkan donor massal di wilayah masing-masing. Ini bukan sekadar kegiatan kesehatan, tapi amal yang luar biasa. Bayangkan, dari darah kita bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” tegasnya.

Ia meminta para camat dan lurah memastikan kegiatan donor darah rutin dilakukan di wilayahnya sebagai bentuk dukungan nyata terhadap PMI.

Kegiatan pembukaan yang dilakukan oleh Wali Kota Makassar ditandai pengguntingan pita. Gerai donor darah ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sulsel Fauzi Andi Wawo, unsur TNI dan Polri yang diwakili Danramil dan Kapolsek, serta sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Gerai donor darah Ramadan ini diharapkan menjadi magnet partisipasi masyarakat untuk tetap berbagi di bulan penuh berkah, sekaligus memastikan ketersediaan darah tetap aman bagi pasien yang membutuhkan.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News