Wali Kota Makassar Kecewa dengan Polemik KONI, Singgung Politik

Wali Kota Makassar Kecewa dengan Polemik KONI, Singgung Politik

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, menilai ada dugaan unsur politik yang terjadi antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Makassar.

“Ada pasti politik itu didalam (KONI),” singkat Danny Pomanto, Senin (3/2/2025).

Bagaimana tidak, pemilihan Pelaksana tugas (Plt) Ketua KONI Makassar berjalan alot, dan adanya ikut campur KONI Sulsel.

“Kan itu KONI Makassar bukan bawahannya KONI Sulsel,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa politik tidak seharusnya mencampuri dunia olahraga. Menurutnya, jika kepentingan politik mulai masuk ke dalam ekosistem olahraga, maka dampaknya akan merusak prestasi dan perkembangan atlet.

“Kalau politik masuk dalam olahraga, hancurlah olahraga itu. Tidak ada hubungannya politik dengan olahraga. Jadi kalau ini dikaitkan dengan politik, ya sudah, pasti hancur olahraga kita,” ujar Danny Pomanto dengan tegas.

Katanya, sebagai seseorang yang telah lama berkecimpung di dunia olahraga, Danny Pomanto mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi yang terjadi di KONI, baik di tingkat Makassar maupun Sulawesi Selatan. Ia menilai bahwa perdebatan yang tidak produktif justru merugikan perkembangan olahraga di daerahnya.

“Sayang sekali, kami sebagai pengurus olahraga dan sebagai olahragawan kecewa dengan situasi ini. Baik KONI Sulsel maupun Makassar seharusnya lebih memikirkan bagaimana meningkatkan prestasi olahraga kita, bukan malah terlibat dalam konflik seperti ini,” katanya.

Danny Pomanto juga menyinggung bahwa banyak pihak yang berdebat soal olahraga justru bukan berasal dari kalangan atlet atau orang yang berprestasi di bidang ini.

“Saya ini olahragawan seumur hidup, jadi saya tahu bagaimana dunia olahraga. Banyak yang berbicara soal ini, tapi mereka bukan atlet atau orang yang pernah berprestasi di olahraga. Kita ini atlet berprestasi, jadi kita saling tahu satu sama lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti kasus korupsi di KONI Makassar yang saat ini sudah memasuki proses hukum. Menurutnya, hal ini seharusnya menjadi fokus utama perbaikan, bukan malah mengalihkan perhatian dengan isu politik.

“Di Makassar, kasus korupsi di KONI itu sudah jelas, ada tersangka, dan ada proses hukum yang sedang berjalan. Kenapa masih ada intervensi terkait hal-hal lain yang tidak relevan?” tegasnya.

Danny Pomanto berharap agar KONI Makassar dan Sulawesi Selatan bisa kembali fokus pada peningkatan prestasi olahraga, bukan malah terseret dalam konflik internal yang merugikan atlet dan dunia olahraga secara keseluruhan.

Sebelumnya telah diberitakan, Kabar mengenai kemungkinan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Selatan yang akan menunjuk caretaker Ketua Umum KONI Kota Makassar beredar di kalangan pengurus cabang olahraga (cabor), menyusul penahanan Ketua KONI Makassar, Ahmad Susanto, karena kasus korupsi.

Penunjukan caretaker ini kabarnya dilakukan karena KONI Makassar sebelumnya mengusulkan calon pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum yang tidak berasal dari unsur Wakil Ketua.

Pengurus KONI Makassar Maulana Yusdianto menyebut, penunjukan tersebut ditanggapi penolakan oleh KONI Sulsel.

“Karena bukan unsur Wakil Ketua yang diusulkan, (maka) KONI Sulsel menolak,” ujar Maulana membocorkan isi dari salah satu putusan yang dikirimkan oleh KONI Sulsel kepada KONI Makassar, Minggu (2/2/2025).

Menyikapi hal tersebut, Maulana menegaskan KONI Sulsel seharusnya menghargai proses dan mekanisme yang berlaku di internal KONI Makassar.

“Hargailah proses pleno KONI Makassar. Jangan terkesan ingin memaksakan kehendak, apalagi sudah ada konsultasi dengan KONI Pusat yang menyatakan bahwa Plt Ketua Umum bisa dijabat oleh pihak selain Wakil Ketua,” ujar Maulana.

Penulis: Nursinta 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News