Wartawan di Lutra Tanyakan Pengelolaan Dana PSR, Kades Ini Langsung Naik Pitam

Wartawan di Lutra Tanyakan Pengelolaan Dana PSR, Kades Ini Langsung Naik Pitam

LUTRA, HARIANEWS.COM – Dua wartawan media online asal Luwu Utara mengaku mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari salah satu oknum Kepala Desa (Kades) di Luwu Utara.

Dua wartawan yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari Oknum kepala desa tersebut berinisial Ys dan Sr, dari liputan4.com dan suarabhayangkara.com.

Oknum kepala desa, berinisial JM dari Desa Karodang, Kecamatan Tanalili, Luwu Utara, berupa pengusiran dan pengancaman saat melakukan konfirmasi.

Menurut keterangan kedua wartawan tersebut, kejadian itu bermula saat keduanya menemui Kepala Desa JM di kediamannya, di Desa Karondang, 13/09/2022 lalu, hendak mengkonfirmasi terkait adanya informasi yang beredar soal adanya kucuran dana bantuan program replanting, Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) oleh pemerintah pusat yang diduga salah sasaran.

Sebelumnya keduanya (wartawan, Ys dan Rj-Red), menerima aduan masyarakat dari salah satu desa terkait adanya dugaan oknum Kepala Desa sebagai ketua Kelompok Tani yang menerima dana program replanting PSR, tidak transparan dalam pengelolaan dana.

Berdasarkan informasi yang diterima keduanya, pengakuan salah satu warga yang namanya masuk sebagai pengurus kelompok tani kepada keduanya (Ys dan RJ -Red) mengatakan, dirinya bahkan tidak dipanggil menghadiri rapat penerima program replanting tersebut. Dan hanya menerima 400.000 dari hasil pembabatan di kebun yang luas lahannya 1,1/2 hektar.

Gaji dari hasil mengerjakan pembabatan di kebun yang masuk program replanting. Bahkan ada kebun tidak ada pohon sawitnya tapi masuk Replanting.

“Berdasarkan hal itu kami menemui kepala desa di rumahnya untuk melakukan konfirmasi. Awalnya  kades Karondang tersebut  menerima kami dengan baik, dan bercerita, baru-baru ini dia dapat musibah, anaknya belum lama ini habis kecelakaan.
Kemudian kades tersebut mengatakan kepada kami, ada yang bisa saya bantu, kami jawab sebernarnya ada yang kami mau konfirmasi tapi tidak tepat sekarang ini, karena situasi dan  keadaan Pak De yang baru-baru ini  dapat musibah,” kata Ys dalam keterangannya melalui pesan What’s app, Minggu (30/10/2022).

Ys menjelaskan Kepala Desa MJ saat itu tersenyum dan mengatakan tidak apa-apa. Namun, saat dirinya menyampaikan hendak mengkonfirmasi masalah program replanting tahun anggaran 2022. Tiba tiba oknum Kepala Desa tersebut marah.

“Kades tersebut marah dan memukul bangku yang di tempatinya duduk dan menunjuk-nunjuk kami sambil berkata kasar dan mengusir kami, kalau itu kedatangan kalian pergi dari sini,  bahkan ada ancaman, kalau kalian tidak pergi saya pukul,” ujar Ys.

Bahkan kata Ys, Oknum Kepala Desa tersebut mengaku ada 14 wartawan yang ada di dalam program ini.

“Sembari mengacungkan tangannya dan membentak. Kami merasa kecewa atas sikap arogan seorang oknum kepala desa tersebut, yang langsung mengusir untuk segera pergi disertai tutur kata yang tidak sepatutnya dilontarkan oleh seorang  pejabat publik, yang seharusnya dia memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” tutur dia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari oknum Kepala Desa yang ditengarai melakukan tindakan kasar kepada kedua wartawan.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Penulis : Hamsul