Waspada, Merokok Bisa Picu Kanker Mulut Lebih Cepat

Waspada, Merokok Bisa Picu Kanker Mulut Lebih Cepat

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Selama ini rokok dikenal sebagai musuh utama paru-paru. Namun, fakta lain yang tak kalah mengkhawatirkan terungkap: asap rokok juga diam-diam merusak kesehatan mulut secara serius. Gusi menjadi lemah, jaringan penyangga gigi terganggu, bahkan berisiko memicu kanker mulut.

Tim Periodonsia dari Rumah Sakit Khusus Daerah Gigi dan Mulut (RSKDGM) Sulawesi Selatan mengungkapkan, perokok aktif empat kali lebih rentan terkena periodontiti berupa radang jaringan penyangga gigi dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok.

“Rokok mengandung sekitar 7.000 bahan kimia. Di antaranya, tar, nikotin, dan karbonmonoksida termasuk yang paling berbahaya. Ketiganya dapat merusak molekul, menurunkan antioksidan alami pada air liur, serta bersifat toksik. Akibatnya, infeksi lebih mudah terjadi dan proses penyembuhan luka menjadi terhambat,” jelas drg Afdalia Annisa, Sp.Perio, Selasa (24/06/2025).

Dampak paling umum dari kebiasaan merokok, kata Afdalia, adalah penyakit periodontal.

“Gusi jadi mudah berdarah, bengkak, dan kemampuan menopang gigi berkurang. Karang gigi dan karies juga terbentuk lebih cepat. Banyak pasien kehilangan gigi bukan karena usia, tapi karena rusaknya jaringan penyangga akibat paparan nikotin jangka panjang,” tambahnya.

Tak hanya dari sisi medis, rokok juga memengaruhi aspek estetika. Bau mulut dan perubahan warna gigi menjadi keluhan yang umum ditemukan pada perokok. Hal ini bisa berdampak besar terhadap kepercayaan diri seseorang.

Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah peningkatan risiko kanker mulut.

“Perokok memiliki risiko enam kali lebih tinggi terkena kanker mulut dibandingkan mereka yang tidak merokok,” tegas drg Afdalia.

Data Kementerian Kesehatan RI dalam survei nasional yang dirilis 11 Juni 2025 mencatat, jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai 70 juta orang. Yang mencengangkan, 7,4 persen di antaranya adalah remaja berusia 10 hingga 18 tahun.

Melihat kondisi ini, drg Afdalia mengimbau masyarakat terutama kalangan remaja agar rutin memeriksakan kesehatan mulut setiap enam bulan sekali.

“Siapa pun pasiennya, baik anak-anak, remaja, maupun orang tua, kalau saya temukan indikasi merokok saat pemeriksaan, pasti saya langsung beri edukasi tentang bahayanya,” pungkasnya.

 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News