265 Santri Hafiz Alquran Bergabung dengan Polri 2021-2024

265 Santri Hafiz Alquran Bergabung dengan Polri 2021-2024

HARIAN.NEWS, JAKARTA– Selama periode 2021 hingga 2024, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah mencatatkan 265 santri penghafal Alquran (hafiz) sebagai bagian dari Korps Bhayangkara.

Mereka direkrut melalui tiga jalur berbeda, yaitu Bintara, Tamtama, dan Akademi Kepolisian (Akpol).

Komjen Dedi Prasetyo, Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, menjelaskan bahwa rekrutmen santri hafiz  ini merupakan upaya Polri untuk memberikan kesempatan kepada para santri yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren dan kemampuan menghafal Alquran.

“Total 265 santri telah bergabung dengan Polri dalam kurun waktu empat tahun terakhir,” ujar Dedi dalam keterangannya pada Minggu, 9 Februari 2025.

Rincian rekrutmen tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 2021, sebanyak 84 santri diterima, dengan 83 orang masuk jalur Bintara dan 1 orang melalui jalur Tamtama.

Pada tahun 2022, jumlah santri yang bergabung mencapai 55 orang, terdiri dari 50 Bintara dan 5 Tamtama.

Sementara itu, tahun 2023 mencatatkan 74 santri yang diterima, dengan 61 orang menjadi Bintara dan 13 orang Tamtama.

Tahun 2024 menjadi penutup periode rekrutmen ini dengan 52 santri yang bergabung, termasuk 1 orang yang diterima melalui Akpol, 49 Bintara, dan 2 Tamtama.

Menurut Dedi, Polri akan terus memperluas kesempatan bagi para santri dan hafiz Alquran untuk bergabung dalam tubuh kepolisian.

“Tahun 2025, kami akan melakukan rekrutmen secara proaktif, memberikan peluang lebih besar kepada para santri untuk menjadi bagian dari Polri,” ujarnya.

Dedi menekankan bahwa rekrutmen santri dari pondok pesantren membawa sejumlah keunggulan, terutama dalam hal pembentukan karakter.

“Pendidikan pesantren dikenal dengan pendekatan yang kuat dalam membentuk karakter dan moral. Kami yakin para santri akan membawa nilai-nilai tersebut ke dalam tugas mereka sebagai anggota Polri,” tegasnya.

Selain itu, Dedi juga menyoroti kedisiplinan tinggi yang menjadi ciri khas santri pesantren.

“Mereka terbiasa hidup dengan aturan yang ketat, sehingga memiliki kemampuan untuk mengikuti perintah dan prosedur dengan baik. Ini sangat sesuai dengan tuntutan profesi kepolisian,” tambahnya.

Rekrutmen santri dan hafiz Alquran ini diharapkan tidak hanya memperkuat sumber daya manusia Polri, tetapi juga membawa nilai-nilai spiritual dan etika yang dapat meningkatkan integritas dan kinerja kepolisian secara keseluruhan. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman