“Tahun 2025, kami akan melakukan rekrutmen secara proaktif, memberikan peluang lebih besar kepada para santri untuk menjadi bagian dari Polri,” ujarnya.
Dedi menekankan bahwa rekrutmen santri dari pondok pesantren membawa sejumlah keunggulan, terutama dalam hal pembentukan karakter.
“Pendidikan pesantren dikenal dengan pendekatan yang kuat dalam membentuk karakter dan moral. Kami yakin para santri akan membawa nilai-nilai tersebut ke dalam tugas mereka sebagai anggota Polri,” tegasnya.
Baca Juga : Taruna Ikrar: Kolaborasi BPOM-POLRI Pastikan Farmasi dan Pangan Aman Demi Keselamatan Rakyat Indonesia
Selain itu, Dedi juga menyoroti kedisiplinan tinggi yang menjadi ciri khas santri pesantren.
“Mereka terbiasa hidup dengan aturan yang ketat, sehingga memiliki kemampuan untuk mengikuti perintah dan prosedur dengan baik. Ini sangat sesuai dengan tuntutan profesi kepolisian,” tambahnya.
Rekrutmen santri dan hafiz Alquran ini diharapkan tidak hanya memperkuat sumber daya manusia Polri, tetapi juga membawa nilai-nilai spiritual dan etika yang dapat meningkatkan integritas dan kinerja kepolisian secara keseluruhan. ***
Baca Juga : Ilham Arief Sirajuddin Kukuhkan Irwansyah Sukarana, KBPP Polri Gowa Siap Berbenah
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
