HARIAN.NEWS,GOWA – Terik panas menyengat Kamis siang (22/8/2024) kemarin di Somba Opu tidak menyurutkan ratusan mahasiswa dari HMI Gowa Raya menggelar aksi di depan kantor DPRD Gowa. Kelompok mahasiswa ini turut mengawal penolakan pengesahan RUU Pilkada.
Dalam askinya HMI Gowa Raya secara bergantian melakukan orasi, aksi juga diwarnai dengan bakar ban yang menjadi simbol penolakan dari kebijakan pemerintah tersebut.
Baca Juga : Kondisi Dinas Damkar Gowa : Beban Tugas Bombastis, Kondisinya Ironis
Suasana sempat memanas saat Jenderal lapangan Abdul Razak melakukan orasi dan menendang pagar Kantor DPRD disebabkan lambannya pimpinan DPRD Gowa menerima aspirasi mahasiswa, akibatnya sempat terjadi aksi saling dorong dengan aparat Polres Gowa.
Diketahui, dua pimpinan DPRD Gowa masing masing Rafiuddin Raping dan Andi Tenri Indah tidak masuk kantor, Andi Rafiuddin Raping kembali melakukan kunjungan kerja luar daerah.
Setelah ratusan mahasiswa mengancam akan merobohkan pintu pagar DPRD, baru semua kader HMI Gowa raya dibukakan pintu dan diterima di halaman utama kantor DPRD Gowa.
Baca Juga : Bupati dan Pimpinan DPRD Gowa Bertemu, Sepakat Jaga Harmoni dan Bekerja untuk Rakyat
Kedatangan para mahasiswa diterima Abdul Razak Lewa dari Fraksi Gerindra dan Zulkifli Alimuddin Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Demokrat.
Kedua Wakil rakyat Gowa tersebut menyatakan dukungan akan aksi mahasiswa.
“Harapan rekan HMI Gowa Raya pasti Kami akan bawa ke rapat pimpinan dan selanjutnya akan diteruskan sesuai mekanisme, kita berharap aksi rekan HMI Gowa Raya mampu mengembalikan marwah demokrasi sesuai harapan rakyat,” ujar Abdul Razak Lewa yang diamini Zulkifkli Alimuddin saat memberikan respons.
Baca Juga : Sikap Ksatria DPRD Gowa Menuai Dukungan Akar Rumput
Nampak Wakil Ketua DPRD Gowa Rezkiah Hijaz juga hadir bersama Sekretaris Dewan Andi Idhil Hafid ketika rombongan aksi berada dalam halaman kantor DPRD Gowa.
Aksi Ratusan Mahasiswa HMI Gowa Raya dilanjutkan ke kantor DPRD Sulsel dan bergabung dengan rekannya.
PENULIS: YUSRIZAL
Baca Juga : Husniah vs Panggung Politik: Ketika Seorang Bupati Perempuan Memilih Melawan, Bukan Tunduk
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
