JAKARTA, HARIAN.NEWS – Indonesia Political Opinion (IPO) merilis surveinya yang mengunggulkan Anies Baswedan secara elektabilitas. Keunggulan mantan Gubernur Jakarta itu mengalahkan Prabowo dan nama lainnya.
Menanggapi hal itu, Gerindra, menyebut rata-rata hasil survei lain elektabilitas Prabowo malah selalu unggul.
Baca Juga : Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, BPOM Perkuat Pengawasan Pangan dan Perlindungan Masyarakat
“Kayaknya ini satu-satu survei yang hasilnya begitu. Kalau rata-rata survei sejauh ini Pak Prabowo selalu unggul. Namun demikian survei lembaga apapun tetap jadi masukan bagi kami,” kata Waketum Gerindra, Habiburokhman kepada wartawan, Sabtu (11/3/2023) dilansir di detik.com.
Menurutnya selama ini hasil survei Prabowo yang unggul tak lepas dari kinerja Menteri Pertahanan tersebut. Selain itu kata Habiburokhman, Prabowo dinilai sebagai sosok pemersatu bangsa.
“Tingginya hasil survei Pak Prabowo tak terlepas dari kinerja beliau yang luar biasa sebagai Menhan. Selain itu, Pak Prabowo dipandang publik sebagai sosok pemersatu bangsa. Kita tahu bahwa rakyat trauma dengan perpecahan yang antagonistik seperti pemilu sebelumnya,” ujarnya.
Baca Juga : Tamsil Linrung Sarapan Pagi di Pendopo Anies Baswedan
Seperti diketahui, survei dilakukan pada 1-7 Maret 2023 dengan jumlah sampel responden sebanyak 1.200. Metode ini memiliki pengukuran kesalahan (margin of error) 2,90 persen dengan tingkat akurasi data 95 persen. Setting pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling (MRS) atau pengambilan sampel bertingkat.
Responden mulanya diminta memilih capres dari 15 nama yang disiapkan. Hasilnya, elektabilitas Prabowo kalah, menempati urutan ketiga setelah Anies dan Ganjar.
Setelah dikerucutkan menjadi lima nama, elektabilitas Prabowo juga masih di urutan ketiga, kalah dari Anies dan Ganjar. Kemudian, responden pun disuguhi skema pilihan tiga nama capres 2024. Hasilnya, Prabowo masih urutan ketiga.
Baca Juga : Menjelang Dua Tahun Pemerintahan, Pengamat: Wajar Prabowo Evaluasi dan Pertimbangkan Reshuffle Kabinet
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
