Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026: Buang Waktu Bisa Berakibat Fatal

Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026: Buang Waktu Bisa Berakibat Fatal

HARIAN.NEWS,JAKARTA – Hitung mundur dimulai. Kurang dari dua pekan lagi Piala Dunia 2026 bergulir. FIFA tak main-main. Mereka mengirim pesan bom waktu kepada 48 negara peserta: tidak ada lagi tempat bagi pembuang waktu.

Pierluigi Collina, wasit legendaris yang kini memimpin Komite Wasit FIFA, bicara dengan mata menyala-nyala. “Kami ingin menghilangkan gangguan terhadap tempo pertandingan,” katanya dikutip  Senin (1/6/2026).

Buang Waktu? Siap-siap Hukumannya Brutal

Aturan paling kontroversial? Hitung mundur lima detik. Ya, visual countdown di stadion. Untuk tendangan gawang dan lemparan ke dalam.

Jika kiper belum melepaskan bola saat hitungan habis? Bencana. Lawan langsung mendapat tendangan sudut. Bayangkan: kiper yang sedang sengaja berlama-lama justru menghadiahkan peluang emas bagi musuh.

Untuk lemparan ke dalam, hukumannya tak kalah sadis. Hak lempar berpindah ke tim lawan. Itu berarti Anda kehilangan penguasaan bola karena alasan sepele: lambat melempar.

Aturan ini memperketat kebijakan delapan detik bagi kiper yang sudah diberlakukan sebelumnya. Double punishment  bagi tim yang suka main mata.

Keluar Lapangan 10 Detik, Cedera Tak Jadi Alasan

Pemain yang ditarik keluar juga kena getahnya. Wajib meninggalkan lapangan maksimal 10 detik. Tak ada lagi jalan santai sambil tepuk tangan penonton. Kecuali cedera serius atau situasi keamanan, wasit akan mencatat waktu.

Tutup Mulut Saat Debat? Kartu Merah Mengintai

FIFA juga menyoroti perilaku pemain yang kerap luput dari hukuman: menutup mulut dengan tangan, lengan, atau jersey saat berdebat dengan lawan atau wasit.

Jika aksi itu terjadi dalam situasi konfrontatif alias panas, wasit bisa langsung mengeluarkan kartu merah tanpa peringatan.

Collina menegaskan, percakapan biasa yang tidak konfrontatif tetap diperbolehkan, meski pemain menutup mulut dari sorotan kamera. “Tapi situasi konfrontatif adalah cerita yang berbeda,” tegasnya.


Protes Berlebihan: Jalan-jalan ke Luar Lapangan, Jalan-jalan ke Ruang Ganti

Pemain yang meninggalkan lapangan karena marah terhadap keputusan wasit juga bisa mendapat kartu merah. Tak ada lagi aksi walkout dramatis tanpa konsekuensi.

VAR Makin Berkuasa

FIFA juga memperluas kewenangan VAR. Kini teknologi ini bisa meninjau:
– Kartu merah akibat kesalahan pemberian kartu kuning kedua
– Kasus salah identitas pemain
– Kesalahan keputusan tendangan sudut
– Pelanggaran tim penyerang sebelum sepak pojok atau tendangan bebas yang berujung gol atau penalti

Pertandingan Tak Akan Lebih Pendek

Meski semua aturan ini bertujuan mempercepat permainan, FIFA tetap menyisipkan jeda minum tiga menit di pertengahan setiap babak. Antisipasi cuaca ekstrem dan kebugaran pemain.

Hasilnya? Waktu bersih bermain mungkin bertambah, tapi durasi total laga tak akan berkurang drastis. Yang berubah adalah intensitas dan disiplin.

Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen paling disiplin dalam sejarah. Wasit adalah raja. Buang waktu adalah musuh. Dan tutup mulut saat berdebat bisa menjadi tiket pulang paling cepat. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : ANDI AWAL TJOHENG