Logo Harian.news

HARIAN BOLA

Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026: Buang Waktu Bisa Berakibat Fatal

Editor : Andi Awal Tjoheng Senin, 01 Juni 2026 14:26
Aturan baru wasit Piala Dunia 2026: tendangan sudut otomatis jika buang waktu, VAR diperluas, teknologi ini kini diperluas kewenangannya untuk meninjau kesalahan tendangan sudut dan kartu kuning yang kedua berujung merah. (doc_asean.or.id)
Aturan baru wasit Piala Dunia 2026: tendangan sudut otomatis jika buang waktu, VAR diperluas, teknologi ini kini diperluas kewenangannya untuk meninjau kesalahan tendangan sudut dan kartu kuning yang kedua berujung merah. (doc_asean.or.id)

Protes Berlebihan: Jalan-jalan ke Luar Lapangan, Jalan-jalan ke Ruang Ganti

Pemain yang meninggalkan lapangan karena marah terhadap keputusan wasit juga bisa mendapat kartu merah. Tak ada lagi aksi walkout dramatis tanpa konsekuensi.

Baca Juga : Messi dengan Mbappe Masih Bersaing Rebutan Sepatu Emas

VAR Makin Berkuasa

FIFA juga memperluas kewenangan VAR. Kini teknologi ini bisa meninjau:
– Kartu merah akibat kesalahan pemberian kartu kuning kedua
– Kasus salah identitas pemain
– Kesalahan keputusan tendangan sudut
– Pelanggaran tim penyerang sebelum sepak pojok atau tendangan bebas yang berujung gol atau penalti

Pertandingan Tak Akan Lebih Pendek

Baca Juga : Messi Bantah Tudingan Argentina Anak Emas Piala Dunia 2026

Meski semua aturan ini bertujuan mempercepat permainan, FIFA tetap menyisipkan jeda minum tiga menit di pertengahan setiap babak. Antisipasi cuaca ekstrem dan kebugaran pemain.

Hasilnya? Waktu bersih bermain mungkin bertambah, tapi durasi total laga tak akan berkurang drastis. Yang berubah adalah intensitas dan disiplin.

Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen paling disiplin dalam sejarah. Wasit adalah raja. Buang waktu adalah musuh. Dan tutup mulut saat berdebat bisa menjadi tiket pulang paling cepat. ***

Baca Juga : Jelang Argentina Vs Inggris, Noni Madueke Percaya Diri

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda