BGN Klarifikasi Isu 19 Ribu Sapi per Hari

Dadan : Hanya Simulasi, Bukan Kebijakan Resmi
HARIAN.NEWS,JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meluruskan informasi yang beredar mengenai kebutuhan 19.000 ekor sapi per hari dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan angka tersebut hanyalah ilustrasi atau simulasi perhitungan sederhana, bukan kebijakan resmi pemerintah.
Dadan menjelaskan bahwa simulasi tersebut muncul dari asumsi jika seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak memasak menu yang sama pada hari yang sama.
“Setiap SPPG pada dasarnya hanya membutuhkan satu ekor sapi jika memilih menu berbahan dasar daging sapi dalam satu kali produksi. Ini hanya pengandaian,” ujar Dadan di Jakarta, Selasa (28/4).
Ia menambahkan, lonjakan angka kebutuhan hingga ribuan ekor terjadi apabila seluruh SPPG mendapat instruksi memasak menu daging sapi pada tanggal yang sama.
“Kalau seluruh SPPG kita perintahkan di tanggal tertentu masak sapi, tinggal dikalikan saja jumlah SPPG dengan satu ekor sapi,” jelasnya.
Dalam satu kali produksi, kebutuhan daging sapi untuk setiap SPPG berkisar ratusan kilogram, yang setara dengan satu ekor sapi.
“Sekali masak daging sapi butuh sekitar 382 kilogram, itu kira-kira setara satu ekor sapi,” kata Dadan.
BGN menegaskan tidak pernah menerapkan kebijakan menu seragam secara nasional. Langkah ini sengaja diambil untuk mencegah tekanan berlebih terhadap pasokan dan harga pangan di pasar.
Perencanaan menu dalam program MBG, menurut Dadan, harus mempertimbangkan keseimbangan gizi sekaligus stabilitas pasar pangan.
Pengalaman sebelumnya membuktikan kebijakan menu serentak berdampak langsung pada harga komoditas. Saat MBG menyajikan menu nasi goreng dan telur secara masif, kebutuhan melonjak drastis.
“Waktu itu untuk 36 juta penerima manfaat dibutuhkan sekitar 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton,” ungkapnya. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG