Perencanaan menu dalam program MBG, menurut Dadan, harus mempertimbangkan keseimbangan gizi sekaligus stabilitas pasar pangan.
Pengalaman sebelumnya membuktikan kebijakan menu serentak berdampak langsung pada harga komoditas. Saat MBG menyajikan menu nasi goreng dan telur secara masif, kebutuhan melonjak drastis.
Baca Juga : Prabowo: MBG dan Koperasi Desa Jadi Pilar Kebangkitan Ekonomi Rakyat
“Waktu itu untuk 36 juta penerima manfaat dibutuhkan sekitar 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton,” ungkapnya. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

