Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
Baca Juga : BMKG Serukan Kesiapsiagaan Bencana Sebagai Budaya Hidup Masyarakat Indonesia
HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Sulawesi Selatan pada 12 Oktober 2026 hingga 15 Oktober mendatang.
Peringatan tersebut mencakup Perairan Pangkep, Perairan Makassar, dan Perairan Jeneponto. Karena itu, BMKG mengimbau nelayan dan operator kapal agar memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut demi menjaga keselamatan pelayaran.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
Dalam informasi yang diterbitkan pada 11 Oktober 2026 pukul 14.00 WITA, BMKG menyebut angin di sekitar perairan Sulawesi Selatan umumnya bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5–25 knot.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
Baca Juga : Berlangsung hingga Awal April, BMKG Sulsel Ingatkan Pemudik Waspada Cuaca Ekstrem
Kondisi tersebut berpotensi memicu gelombang tinggi di sejumlah kawasan perairan. BMKG mengingatkan nelayan dan operator kapal agar mewaspadai gelombang tinggi karena kondisi tersebut dapat membahayakan pelayaran.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
BMKG mencatat perahu nelayan menghadapi risiko ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
Sementara itu, kapal tongkang perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
Oleh sebab itu, nelayan dan operator kapal perlu memantau perkembangan cuaca serta mempertimbangkan kondisi laut sebelum memutuskan berlayar.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
BMKG Peringatkan Angin Kencang di Bantaeng hingga Takalar
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
Selain gelombang tinggi, BMKG memperingatkan potensi angin kencang di Kabupaten Bantaeng, Jeneponto, Gowa, dan Takalar untuk prakiraan cuaca Senin, 12 Oktober 2026.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
Masyarakat di wilayah tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
BMKG memperkirakan kondisi cuaca Sulawesi Selatan pada 12 Oktober 2026 sebagai berikut: Pagi hari: Cerah berawan, dengan potensi hujan ringan di sebagian wilayah Luwu Utara.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
Siang hingga sore: Cerah berawan, dengan potensi hujan ringan di sebagian wilayah Pinrang. Malam hari: Berawan. Dini hari: Berawan.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
Selain itu, BMKG memperkirakan suhu udara berkisar 18–38 derajat Celsius, kelembapan 51–100 persen, serta angin dari arah utara hingga timur dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
BMKG Tetapkan Status Waspada dan Siaga Udara Panas
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
BMKG juga mengingatkan masyarakat terhadap potensi udara panas di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
Status waspada berlaku di Kabupaten Luwu, Pinrang, Barru, Soppeng, Bone, Pangkep, Maros, Takalar, Bulukumba, Kepulauan Selayar, serta Kota Makassar.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
Sementara itu, BMKG menetapkan status siaga potensi udara panas di Kabupaten Gowa, Luwu Timur, Luwu Utara, Sidrap, dan Wajo, serta Kota Parepare.
Baca Juga : Hari Lahir Pancasila 1 Juni Bukan Sekedar Seremonial
Baca Juga : Musim Kemarau Ancam Sulsel, Krisis Air dan Karhutla di Depan Mata
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
