Baca Juga : Bertambah, 888 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Makassar
Baca Juga : Banjir di Makassar Rendam 3 Kecamatan, 1.551 Warga Mengungsi
HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar terus menyalurkan air bersih untuk membantu warga menghadapi kemarau panjang. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah telah mendistribusikan 7.191.000 liter air kepada sekitar 26 ribu kepala keluarga (KK) di sembilan kecamatan.
Baca Juga : Bertambah, 888 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Makassar
Baca Juga : Banjir di Makassar Rendam 3 Kecamatan, 1.551 Warga Mengungsi
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan bantuan tersebut telah menjangkau 1.646 rukun tetangga (RT) dan 332 titik distribusi.
Baca Juga : Bertambah, 888 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Makassar
Baca Juga : Banjir di Makassar Rendam 3 Kecamatan, 1.551 Warga Mengungsi
Baca Juga : BNPB Salurkan Bantuan Rp15 Miliar untuk Mitigasi Bencana di Sulawesi Selatan
“Hingga saat ini, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 7.191.000 liter. Bantuan tersebut menjangkau 1.646 rukun tetangga (RT), 332 titik distribusi, serta sekitar 26.000 kepala keluarga (KK) atau 98.664 jiwa yang tersebar di sembilan kecamatan,” kata Fadli dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).
Baca Juga : Bertambah, 888 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Makassar
Baca Juga : Banjir di Makassar Rendam 3 Kecamatan, 1.551 Warga Mengungsi
Fadli menjelaskan, BPBD terus menyalurkan air bersih selama pemerintah memberlakukan status tanggap darurat kekeringan. Dukungan dari berbagai pihak juga membantu petugas mempertahankan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga : Bertambah, 888 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Makassar
Baca Juga : Banjir di Makassar Rendam 3 Kecamatan, 1.551 Warga Mengungsi
“Untuk penanganan kondisi kekeringan di Kota Makassar, sesuai dengan status tanggap darurat, kami terus mendapatkan dukungan untuk melanjutkan kegiatan ini,” ujarnya.
Baca Juga : Bertambah, 888 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Makassar
Baca Juga : Banjir di Makassar Rendam 3 Kecamatan, 1.551 Warga Mengungsi
Baca Juga : 65 Warga Mengungsi di Masjid Jabal Nur Manggala Kota Makassar Akibat Banjir
Untuk meningkatkan pelayanan, BPBD mengubah pola distribusi air bersih. Jika sebelumnya warga harus mengantre sambil membawa jeriken untuk mengisi air langsung dari mobil tangki, kini petugas menempatkan tandon di sejumlah lokasi terdampak berdasarkan hasil asesmen.
Baca Juga : Bertambah, 888 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Makassar
Baca Juga : Banjir di Makassar Rendam 3 Kecamatan, 1.551 Warga Mengungsi
Dengan cara ini, warga dapat mengambil air secara mandiri. Selain memudahkan masyarakat, penggunaan tandon juga membantu petugas mempercepat distribusi ke lokasi lain.
Baca Juga : Bertambah, 888 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Makassar
Baca Juga : Banjir di Makassar Rendam 3 Kecamatan, 1.551 Warga Mengungsi
“Dengan adanya tandon di lokasi-lokasi terdampak yang menjadi tempat berkumpul masyarakat, efektivitas penyaluran meningkat,” tuturnya.
Baca Juga : Bertambah, 888 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Makassar
Baca Juga : Banjir di Makassar Rendam 3 Kecamatan, 1.551 Warga Mengungsi
“Mobil tangki yang sebelumnya hanya bisa kembali sekitar dua kali sehari, sekarang bisa melakukan dua hingga tiga kali pengisian dalam sehari,” sambung Fadli.
Baca Juga : Bertambah, 888 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Makassar
Baca Juga : Banjir di Makassar Rendam 3 Kecamatan, 1.551 Warga Mengungsi
BPBD Makassar mengerahkan 25 mobil tangki setiap hari untuk memasok air ke berbagai wilayah terdampak. Setiap kendaraan memiliki kapasitas sekitar 4.400 liter dan dapat melakukan dua hingga tiga kali pengiriman dalam sehari.
Baca Juga : Bertambah, 888 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Makassar
Baca Juga : Banjir di Makassar Rendam 3 Kecamatan, 1.551 Warga Mengungsi
Fadli menegaskan, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam membantu warga memenuhi.
Baca Juga : Bertambah, 888 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Makassar
Baca Juga : Banjir di Makassar Rendam 3 Kecamatan, 1.551 Warga Mengungsi
“Upaya ini merupakan bentuk komitmen pemerintah Kota Makassar lewat BPBD dalam memberikan bantuan ke masyarakat menghadapi kesulitan air bersih selama musim kemarau,” ungkapnya.
Baca Juga : Bertambah, 888 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Makassar
Baca Juga : Banjir di Makassar Rendam 3 Kecamatan, 1.551 Warga Mengungsi
Di tengah penanganan kekeringan, BPBD mulai melihat perbaikan pada sejumlah sumber air. Pasokan dari Perumda Air Minum (PDAM) mulai meningkat. Selain itu, beberapa sumur yang sebelumnya mengering kini kembali dapat dimanfaatkan.
Baca Juga : Bertambah, 888 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir di Makassar
Baca Juga : Banjir di Makassar Rendam 3 Kecamatan, 1.551 Warga Mengungsi
Meski demikian, BPBD tetap mengirimkan air bersih ke wilayah yang masih mengalami kekurangan pasokan. Petugas akan melanjutkan bantuan hingga masyarakat kembali memperoleh akses air yang memadai.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
