Bukan Salah Anggaran, Prabowo: Ini Penyebab Gaji Guru Masih Rendah

Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR: Bahas Gaji Guru yang Masih Rendah
HARIAN.NEWS, JAKARTA – Rapat Paripurna DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto menyinggung persoalan kebocoran kekayaan negara yang disebut telah terjadi selama puluhan tahun.
Dalam pidatonya di Rapat Paripurna DPR tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa aliran dana keluar negeri menjadi salah satu penyebab masih rendahnya kesejahteraan guru, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga aparat penegak hukum.
Kondisi Ekonomi Nasional dalam Rapat Paripurna DPR RI
Pernyataan tersebut disampaikan saat membahas kondisi ekonomi nasional dan pentingnya pembenahan tata kelola negara.
Prabowo mengatakan Indonesia sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, keuntungan negara disebut tidak sepenuhnya dinikmati masyarakat karena adanya kebocoran yang berlangsung dalam waktu lama.
Prabowo mengatakan Indonesia sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, keuntungan negara disebut tidak sepenuhnya dinikmati masyarakat karena adanya kebocoran yang berlangsung dalam waktu lama.
Menurut Prabowo, berdasarkan data yang dikutip dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keuntungan Indonesia selama 22 tahun mencapai 436 miliar dolar Amerika Serikat. Akan tetapi, sekitar 343 miliar dolar AS disebut mengalir keluar negeri.
“Yang terjadi adalah keuntungan kita selama 22 tahun adalah 436 miliar dolar, yang keluar adalah 343 miliar dolar,” ujar Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR yang dikutip dari YouTube Kompas TV.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat anggaran negara sering kali dinilai tidak cukup untuk meningkatkan kesejahteraan berbagai sektor penting, termasuk pendidikan dan pelayanan publik.
“Ini sebabnya gaji-gaji guru kecil, gaji aparat penegak hukum kecil, gaji ASN kecil, anggaran tidak cukup dan sebagainya,” lanjutnya.
Prabowo juga menyinggung adanya praktik penyelundupan dan persoalan administrasi yang menurutnya merugikan negara. Pemerintah, kata dia, harus berani menyampaikan kondisi sebenarnya kepada masyarakat serta melakukan perbaikan menyeluruh terhadap lembaga negara.
“Kita harus berani mengatakan apa adanya. Kita harus perbaiki lembaga-lembaga pemerintah kita,” tegas Prabowo.
Selain membahas persoalan ekonomi, Presiden Prabowo kembali menekankan pentingnya sektor pendidikan.
Ia menilai masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas pendidikan yang diterima generasi muda.
Karena itu, kesejahteraan guru dinilai menjadi salah satu prioritas pemerintah ke depan.
Bagi Prabowo, pendidikan yang baik hanya dapat tercipta apabila para pengajar memiliki semangat dan kondisi kehidupan yang layak. Ia berharap guru di Indonesia mampu menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa.
“Guru-guru yang semangat, guru-guru yang gembira, guru-guru yang bisa menjadi contoh bagi generasi-generasi penerus bangsa,” ucapnya.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG