Baca Juga : Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Disdik Makassar
Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara
Baca Juga : Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Disdik Makassar
Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara
Baca Juga : Fuad Azis: Digitalisasi PBG Naikkan PAD Distaru Makassar Rp21,38 Miliar
HARIAN.NEWS, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar Sulawesi Selatan menyiapkan program beasiswa bagi sekitar dari keluarga kurang mampu sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus membuka peluang masa depan bagi generasi muda.
Program melalui Dinas Pendidikan Kota Makassar ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan pendidikan anak, di tengah maraknya tawuran antarkelompok yang melibatkan kalangan anak muda.
Baca Juga : Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Disdik Makassar
Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan beasiswa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Baca Juga : Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Disdik Makassar
Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara
Baca Juga : Disperindag Makassar Minta Aktivitas Gudang PT Maha Meru Wajib Berhenti Sementara
“Ini bentuk perhatian Pemerintah Kota dari Pak Wali Kota untuk siswa SD dan untuk SMP di Makassar,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Baca Juga : Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Disdik Makassar
Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara
Melalui bantuan pendidikan tersebut, Pemkot Makassar ingin memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk terus bersekolah.
Baca Juga : Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Disdik Makassar
Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara
Akses pendidikan yang lebih baik diharapkan menjadi salah satu langkah preventif dalam membangun generasi muda yang produktif dan terhindar dari aktivitas negatif.
Baca Juga : Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Disdik Makassar
Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara
Dengan kuota tersebut, total penerima beasiswa dari Pemkot Makassar diperkirakan mencapai 400 siswa, terdiri dari siswa SD 200 orang dan SMP 200 orang.
Baca Juga : Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Disdik Makassar
Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara
“Program ini juga menjadi alternatif bagi siswa yang belum memperoleh bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat,” tutur Achi.
Baca Juga : Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Disdik Makassar
Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, memperluas kesempatan bagi generasi muda, dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih aman serta kondusif di Kota Makassar.
Baca Juga : Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Disdik Makassar
Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara
Achi menjelaskan, pemerintah Kota turut mengoptimalkan pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan bantuan pendidikan dapat menjangkau siswa yang memenuhi kriteria.
Baca Juga : Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Disdik Makassar
Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara
Menurutnya, data DTSEN perlu dipadukan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) agar proses verifikasi dan validasi calon penerima berjalan tepat sasaran.
Baca Juga : Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Disdik Makassar
Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara
Orang tua siswa yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi operator sekolah masing-masing dengan membawa data yang valid untuk diperiksa dan disesuaikan dengan data pendidikan.
Baca Juga : Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Disdik Makassar
Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara
“Kalau mereka tidak mendapatkan beasiswa Program Indonesia Pintar, bisa mengakses beasiswa Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan. Tinggal kami memadukan data DTSEN dengan data di Dapodik,” jelasnya.
Baca Juga : Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Disdik Makassar
Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara
Selain beasiswa dari APBD, Achi menyebut kuota penerima PIP bagi siswa di Kota Makassar pada tahun 2026 mencapai sekitar 10.000 orang, mulai jenjang SD hingga SMA.
Baca Juga : Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Disdik Makassar
Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara
PIP diprioritaskan bagi siswa yang masuk kategori desil 1 sampai desil 5, sesuai kriteria program. Besaran bantuannya berbeda berdasarkan jenjang pendidikan, yakni Rp450 ribu untuk siswa SD, Rp750 ribu untuk SMP, serta Rp1,8 juta untuk SMA per tahun.
Baca Juga : Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Disdik Makassar
Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara
Sementara itu, mekanisme dan ketentuan lebih lanjut terkait beasiswa yang bersumber dari APBD Kota Makassar masih dalam proses, seiring berlangsungnya validasi data calon penerima.
Baca Juga : Kejaksaan Hentikan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan Disdik Makassar
Baca Juga : Camat Ujung Pandang Tertibkan 11 Bangunan dan 6 Lapak PKL di Pisang Utara
“Kita berharap melalui perluasan akses bantuan pendidikan ini, semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang dapat melanjutkan sekolah tanpa terbebani persoalan ekonomi,”pungkasnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
