Eks Bupati Bekasi Tersandung Korupsi Kini Jadi Model Fashion Online

Neneng Hasanah Yasin Comeback! Dari Penjara ke Bisnis Fashion Digital
HARIAN.NEWS,BEKASI – Dunia digital kembali memunculan figur kontroversial. Neneng Hasanah Yasin, mantan Bupati Bekasi yang pernah tersandung kasus korupsi, kini mencoba menulis babak baru kehidupannya melalui bisnis fashion berbasis digital.
Melalui akun media sosial pribadinya @nenenghasanahyasin, perempuan yang akrab disapa Neneng ini tampak aktif mempromosikan koleksi pakaian yang ia jual. Tak sekadar menjadi pemilik bisnis, ia juga turun langsung menjadi model, mengadopsi gaya pemasaran kekinian yang lazim digunakan para pelaku usaha muda di era digital.
“Bismillaah, yuk samaan,” tulis Neneng dalam salah satu unggahannya, mengajak para pengikutnya untuk mengenakan produk serupa. Gaya komunikasinya yang santai dan akrab mencerminkan upaya adaptasi di tengah lanskap media sosial yang terus berubah.
Transformasi dari Politik ke Kewirausahaan
Langkah Neneng ini menandai pergeseran signifikan dari dunia politik yang pernah ia geluti menuju sektor kewirausahaan. Setelah menjalani masa hukuman dalam kasus korupsi yang sempat mengubur reputasinya, mantan kepala daerah periode 2012-2017 ini memilih membangun kembali citra melalui jalur bisnis.
Para pengamat media sosial menilai, langkah Neneng cukup cerdas memanfaatkan platform digital sebagai medium rebranding. Di era di mana batas antara kehidupan pribadi dan publik semakin kabur, media sosial menjadi arena strategis untuk membangun narasi baru.
Respons Publik yang Terbelah
Kehadiran kembali Neneng di ruang publik menuai reaksi beragam dari warganet. Di satu sisi, sejumlah pengguna media sosial memberikan dukungan dan apresiasi terhadap semangat kewirausahaannya.
“Teteh salut, sangat menginspirasi. Teh bantuin jualan aku dong, aku lagi merintis usaha,” tulis salah satu netizen dalam kolom komentar, menunjukkan sisi empati terhadap perjuangan Neneng memulai bisnis baru.
Di sisi lain, kemunculannya juga memicu nostalgia sekaligus kritik. Beberapa warganet mengenang masa kepemimpinan Neneng dengan kebijakan-kebijakan yang pernah dirasakan manfaatnya.
“Makasih ya Bu, dulu waktu saya SMA SPP tidak bayar, sangat membantu orang tua,” kenang seorang pengguna media sosial, merujuk pada program pendidikan gratis yang pernah diterapkan saat Neneng menjabat.
Namun, tak sedikit pula yang menyayangkan langkah mantan pejabat yang pernah tersandung kasus hukum ini kembali tampil di publik. Bagi mereka, comeback Neneng menjadi pengingat tentang kompleksitas reputasi di era digital, di mana masa lalu sulit untuk sepenuhnya terlupakan.
Membangun Kepercayaan di Tengah Sorotan
Perjalanan Neneng dalam membangun kembali kepercayaan publik bukanlah hal mudah. Sebagai mantan pejabat yang pernah divonis dalam kasus korupsi, setiap langkahnya akan terus menjadi sorotan.
Para ahli komunikasi publik menilai, konsistensi dan transparansi akan menjadi kunci bagi Neneng jika ingin berhasil dalam usaha barunya. Di era digital, konsumen semakin kritis dan mudah mengakses informasi masa lalu seorang figur publik.
@nenenghasanahyasin Bismillaah, yuk samaan! #bajumurah #outfitharian #nenengyasin #affiliate #fyp @Fenti Sanubari ♬ original sound – Neneng Yasin
Meski demikian, fenomena Neneng juga mencerminkan realitas masyarakat modern yang semakin terbuka terhadap konsep “second chance” atau kesempatan kedua. Bisnis digital, dengan barrier to entry yang relatif rendah, menjadi pintu masuk yang ideal bagi mereka yang ingin memulai lembaran baru.
Ke depan, publik akan terus mengamati apakah Neneng mampu membuktikan bahwa bisnis fashion digital yang ia rintis bukan sekadar pencitraan, melainkan upaya sungguh-sungguh untuk berkontribusi positif di masyarakat. Perjalanan panjang membangun kembali kepercayaan yang hancur baru saja dimulai. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG