Neneng Hasanah Yasin Comeback! Dari Penjara ke Bisnis Fashion Digital
HARIAN.NEWS,BEKASI – Dunia digital kembali memunculan figur kontroversial. Neneng Hasanah Yasin, mantan Bupati Bekasi yang pernah tersandung kasus korupsi, kini mencoba menulis babak baru kehidupannya melalui bisnis fashion berbasis digital.
Baca Juga : Modal Rp 10 Juta? Ini 5 Ide Usaha Menjanjikan yang Bisa Kamu Mulai
Melalui akun media sosial pribadinya @nenenghasanahyasin, perempuan yang akrab disapa Neneng ini tampak aktif mempromosikan koleksi pakaian yang ia jual. Tak sekadar menjadi pemilik bisnis, ia juga turun langsung menjadi model, mengadopsi gaya pemasaran kekinian yang lazim digunakan para pelaku usaha muda di era digital.
“Bismillaah, yuk samaan,” tulis Neneng dalam salah satu unggahannya, mengajak para pengikutnya untuk mengenakan produk serupa. Gaya komunikasinya yang santai dan akrab mencerminkan upaya adaptasi di tengah lanskap media sosial yang terus berubah.
Transformasi dari Politik ke Kewirausahaan
Langkah Neneng ini menandai pergeseran signifikan dari dunia politik yang pernah ia geluti menuju sektor kewirausahaan. Setelah menjalani masa hukuman dalam kasus korupsi yang sempat mengubur reputasinya, mantan kepala daerah periode 2012-2017 ini memilih membangun kembali citra melalui jalur bisnis.
Para pengamat media sosial menilai, langkah Neneng cukup cerdas memanfaatkan platform digital sebagai medium rebranding. Di era di mana batas antara kehidupan pribadi dan publik semakin kabur, media sosial menjadi arena strategis untuk membangun narasi baru.
Respons Publik yang Terbelah
Kehadiran kembali Neneng di ruang publik menuai reaksi beragam dari warganet. Di satu sisi, sejumlah pengguna media sosial memberikan dukungan dan apresiasi terhadap semangat kewirausahaannya.
“Teteh salut, sangat menginspirasi. Teh bantuin jualan aku dong, aku lagi merintis usaha,” tulis salah satu netizen dalam kolom komentar, menunjukkan sisi empati terhadap perjuangan Neneng memulai bisnis baru.
Di sisi lain, kemunculannya juga memicu nostalgia sekaligus kritik. Beberapa warganet mengenang masa kepemimpinan Neneng dengan kebijakan-kebijakan yang pernah dirasakan manfaatnya.
“Makasih ya Bu, dulu waktu saya SMA SPP tidak bayar, sangat membantu orang tua,” kenang seorang pengguna media sosial, merujuk pada program pendidikan gratis yang pernah diterapkan saat Neneng menjabat.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

