FIK Ornop Sulsel Rancang Rencana Strategis untuk 2024-2028

FIK Ornop Sulsel Rancang Rencana Strategis untuk 2024-2028

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Forum Informasi dan Komunikasi Organisasi Non Pemerintah Sulawesi Selatan (FIK – ORNOP Sulsel) menyelenggarakan penyusunan Strategic Planning dalam rangka pelaksanaan visi dan misi organisasi untuk periode 2024 – 2028 dengan tema Membangun Masa Depan Berkelanjutan: Future Practice dalam Pengembangan Organisasi Masyarakat Sipil.

Kegiatan ini dilaksakan di Aula Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar yang dihadiri oleh Sekretariat FIK Ornop Sulel, Badan Musyawarah (Bamus) FIK Ornop Sulsel dan Organsiasi Anggota FIK Ornop Sulsel periode 2024-2028,.

Serta dihadiri oleh Koordinator dan Bamus Fik Ornop Sulsel Periode sebelumnya diantaranya Khudri Arsyad, Judy Rahardjo, Baharuddin Solongi, Zulkifli Hasanuddin dan Haswandy Andy Mas.

“Penyusunan Strategic Planning FIK Ornop Sulsel merupakan kegiatan rutin awal periodesasi pengurusan baru FIK Ornop yang dilaksanakan yang bertujuan untuk merumuskan platform bersama dengan Lembaga Anggota dan juga untuk merumuskan pola hubungan strategi FIK Ornop Sulsel dan stakeholdernya,” ujar Samsang Syamsir, Koordinator terpilih FIK Ornop Sulsel Periode 2024-2028.

Ia menambahkan, “Kegiatan Ini juga menegaskan bahwa dinamika kelembagaan FIK Ornop Sulsel berjalan dengan baik dan tetap konsisten dalam gerakan organisasi masyarakat sipil, tidak hanya di lingkup Sulsel tetapi juga lingkup Regional, Nasional dan menuju Internasional.”

Penyusunan strategic planning ini dipandu oleh Nasthain Gasba dan Junardi Jufri sebagai fasilitator. setelah pembukaan kegiatan dilakukan,

Nasthain Gasba menjelaskan alur dan rumusan perencanaan strategic planning, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan landasan strategis, tujuan dan hasil strategic planning dan tahapan perumusan isu-isu strategis yang dipandu oleh Junardi Jufri.

Setelah memberikan Gambaran alur dan pembahasan strategic planning, fasilitator mempersilakan kepada peserta untuk memberikan masukan dan tanggapan serta refleksi dan evaluasi kepengurusan FIK Ornop Sulsel baik itu secara internal organisasi maupun secara eksternal yang berkaitan dengan situasi demokrasi, HAM, politik, Ekonomi, Pendidkan, Kesehatan, kebudayaan dan keadilan gender yang terjadi di Indonesia.

“Untuk memaksimalkan implementasi visi dan misi, FIK Ornop Sulsel secara internal harus kuat, sehingga dibutuhkan penguatan organisasi berupa penguatan kapasitas pengurus berupa manajerial, dan oenguasaan isu strategis. FIK Ornop juga harus memperkuat jaringan anggota agar lebih siap menghadapi tantangan dan peluang masa depan.” ujar Khudri Arsyad.

Sejak berdiri pada tahun 1990, FIK Ornop Sulsel terus berupaya terlibat dan berkontribusi dalam mewujudkan organisasi masyarakat sipil yang kuat, demokratis dan berkeadilan dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tantangan FIK Ornop Sulsel kedepan semakin berat jika melihat situasi penegakan demokrasi yang terus tergerus selama 10 tahun terakhir selama periode Jokowi menjadi presiden, kemudian dilanjutkan dengan kepimpinan Prabowo yang mena kebijakannya sangat merugikan masyarakat dengan memangkas anggran Kementerian dan Lembaga secara besar-besaran demi kebijakan MBG dan pelibatan militer diranah sipil yang tentunya akan mengancam demokrasi Indonesia.

FIK Ornop dan organisasi anggotanya yang berjumlah 51 diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman