Gagal Tangani Soal Sampah, Warga Gowa Desak Kadis DLH Mengundurkan Diri

Gagal Tangani Soal Sampah, Warga Gowa Desak Kadis DLH Mengundurkan Diri

HARIAN.NEWS, GOWA – Kisruh persoalan sampah di Kecamatan Somba Opu mulai dipolitisasi, urusan persoalan teknis didesign secara afik untuk mendeskreditkan Bupati Gowa.

Muhammad Naufal Dzakwan, Direktur Eksekutif Forum Peduli Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan ( FP2D) mengajak semua pihak untuk mengedepankan akal jernih dalam melihat persoalan sampah.

” Kisruh sengkarut sampah itu area teknis, secara jelas merupakan kewenangan penuh Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ), anggaran soal pengelolaannya ada ditangan mereka,” ungkap M.Naufal.

Dirinya memahami kondisi Kabupaten Gowa yang kini gaduh karena persoalan politik.

” Kondisi Gowa jelas, pameo di tengah masyarakat sudah difahami bahwa biar sepasang sandal jepit hilang di tengah jalan yang disalahkan adalah Bupati Gowa, demikian juga terkait persoalan sampah,” tegasnya.

Sehingga lembaganya mendesak Ashari Azis, Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk mengubdurkan diri.

” Soal ada masalah di lapangan, seorang kadis Wajib melaporkan kondisi secara utuh kepada Bupati Gowa, hari ini dengan jelas kinerjanya sangat lemah sehingga kami mendesak untuk mundur dari posisinya,” ungkap M. Naufal Dzakwan.

Ungkapan Direktur FP2D dibenarkan oleh Muhammad Ridwan Dg Gasing, salah satu aktivis senior Kabupaten Gowa.

” Posisi seorang Kadis adalah penanggung jawab soal teknis, mendapatkan fasilitas jabatan dari daerah sehingga wajib hukumnya taat sama pimpinan, kalau gagal sebaiknya mundur saja jangan menambah beban Bupati,” urainya siang tadi (20/9) di Talamangngape, Gowa

Pernyataan dua warga Kabupaten Gowa ini merupakan respons dari sengkarut persoalan sampah di Kecamatan Somba Opu, keduanya mensinyalir adanya pergerakan politik secara massif menyalahkan Bupati Gowa padahal tanggung jawab ada di pejabat struktural.

Persoalan BBM sejumlah armada mobil sampah menjadi biangnya, sisi lain jalur transportasi lalu lalang kendaraan mobil sampah kini ditutup oleh Kadir Nyampa salah seorang warga Cadika, lokasi Tempat pembuangan Akhir ( TPA ) sampah di Kabupaten Gowa.***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : YUSRIZAL KAMARUDDIN