HARIAN.NEWS, GOWA – Kisruh persoalan sampah di Kecamatan Somba Opu mulai dipolitisasi, urusan persoalan teknis didesign secara afik untuk mendeskreditkan Bupati Gowa.
Muhammad Naufal Dzakwan, Direktur Eksekutif Forum Peduli Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan ( FP2D) mengajak semua pihak untuk mengedepankan akal jernih dalam melihat persoalan sampah.
Baca Juga : DLH Gowa Apresiasi Policy Brief Eco Bhinneka Muhammadiyah Sulsel
” Kisruh sengkarut sampah itu area teknis, secara jelas merupakan kewenangan penuh Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ), anggaran soal pengelolaannya ada ditangan mereka,” ungkap M.Naufal.
Dirinya memahami kondisi Kabupaten Gowa yang kini gaduh karena persoalan politik.
” Kondisi Gowa jelas, pameo di tengah masyarakat sudah difahami bahwa biar sepasang sandal jepit hilang di tengah jalan yang disalahkan adalah Bupati Gowa, demikian juga terkait persoalan sampah,” tegasnya.
Baca Juga : Bupati Gowa Apresiasi DLH di Beautiful Malino 2025
Sehingga lembaganya mendesak Ashari Azis, Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk mengubdurkan diri.
” Soal ada masalah di lapangan, seorang kadis Wajib melaporkan kondisi secara utuh kepada Bupati Gowa, hari ini dengan jelas kinerjanya sangat lemah sehingga kami mendesak untuk mundur dari posisinya,” ungkap M. Naufal Dzakwan.
Ungkapan Direktur FP2D dibenarkan oleh Muhammad Ridwan Dg Gasing, salah satu aktivis senior Kabupaten Gowa.
Baca Juga : Kondisi Makassar Darurat Sampah, Munafri Ungkap Temuan Culas di Lapangan
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
