Generasi Muda Diharapkan Jadi Garda Pelestari Budaya Lokal Sinjai

HARIAN.NEWS, SINJAI – Pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan teknologi digital menjadi perhatian penting bagi jurnalis senior yang juga pegiat budaya serta penulis buku di Kabupaten Sinjai, Zainal Abidin Ridwan.
Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Kak Enal usai peluncuran bukunya yang diberi judul ” Cerita Rakyat Sinjai “di Aula Perpustakaan Daerah Sinjai, Senin (18/5/2026).
Mantan stringer Indosiar dan kontributor MNC itu menegaskan pentingnya menjaga cerita rakyat dan warisan budaya daerah agar tidak hilang ditelan zaman.
Menurutnya, jika generasi muda mulai melupakan sejarah dan budaya lokal, maka yang akan hilang bukan hanya sekadar cerita lama, tetapi juga identitas daerah itu sendiri.
“Kalau generasi muda melupakan sejarah budaya lokal, yang hilang bukan cuma cerita lama. Yang runtuh pelan-pelan adalah identitas daerah seperti bahasa daerah, cara berpikir, dan jati diri masyarakat itu sendiri,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap generasi muda Sinjai dapat ikut meneliti, mendokumentasikan, serta memperkenalkan kembali kebudayaan daerah agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi berikutnya.
Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi digital, Kak Enal menilai budaya lokal tetap bisa bertahan apabila mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Ia menyebut generasi muda memiliki peran besar dalam menghidupkan kembali cerita rakyat melalui berbagai media kreatif.
“Budaya lokal akan tetap ada asalkan bisa diubah bentuknya menyesuaikan kebutuhan generasi muda. Misalnya lewat e-book, film pendek, game, atau komik bertema budaya lokal,” katanya.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa buku Cerita Rakyat Sinjai memiliki banyak pesan moral yang masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Dalam buku Cerita Rakyat Sinjai yang ditulisnya, terdapat sejumlah nilai penting yang ingin disampaikan kepada pembaca, di antaranya kejujuran dan tanggung jawab, kerja keras dan pantang menyerah, kerendahan hati, serta semangat tolong-menolong.
Tak hanya itu, nilai cinta tanah air, kebersamaan, kesederhanaan, dan rasa syukur juga menjadi bagian penting dalam pesan moral cerita rakyat tersebut.
Melalui upaya pelestarian budaya dan penulisan cerita rakyat, diharapkan generasi muda semakin mencintai budaya daerahnya sendiri serta mampu menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di era digital.
Kak Enal juga berharap pemerintah terus mendorong digitalisasi bahan ajar agar selaras dengan perkembangan zaman.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : IRMAN BAGOESENG