Logo Harian.news

HARIAN SINJAI

Generasi Muda Diharapkan Jadi Garda Pelestari Budaya Lokal Sinjai

Editor : Andi Awal Tjoheng Senin, 18 Mei 2026 21:12
Ka Enal (Zainal Abidin Ridwan) dan Kadis Perpustakaan Sinjai (Azis) saat launching buku di aula perpustakaan Sinjai, Senin (18/5/2026). - (Foto_IrmanBagoes@harian.news)
Ka Enal (Zainal Abidin Ridwan) dan Kadis Perpustakaan Sinjai (Azis) saat launching buku di aula perpustakaan Sinjai, Senin (18/5/2026). - ([email protected])

HARIAN.NEWS, SINJAI – Pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan teknologi digital menjadi perhatian penting bagi jurnalis senior yang juga pegiat budaya serta penulis buku di Kabupaten Sinjai, Zainal Abidin Ridwan.

Hal tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Kak Enal usai peluncuran bukunya yang diberi judul ” Cerita Rakyat Sinjai “di Aula Perpustakaan Daerah Sinjai, Senin (18/5/2026).

Mantan stringer Indosiar dan kontributor MNC itu menegaskan pentingnya menjaga cerita rakyat dan warisan budaya daerah agar tidak hilang ditelan zaman.

Baca Juga : Digitalisasi Tambang Kian Maju, Darma Henwa Resmi Adopsi Infrastruktur Cloud Modern

Menurutnya, jika generasi muda mulai melupakan sejarah dan budaya lokal, maka yang akan hilang bukan hanya sekadar cerita lama, tetapi juga identitas daerah itu sendiri.

“Kalau generasi muda melupakan sejarah budaya lokal, yang hilang bukan cuma cerita lama. Yang runtuh pelan-pelan adalah identitas daerah seperti bahasa daerah, cara berpikir, dan jati diri masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap generasi muda Sinjai dapat ikut meneliti, mendokumentasikan, serta memperkenalkan kembali kebudayaan daerah agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi berikutnya.

Baca Juga : Mahasiswa PGSD Unismuh Makassar Angkat Budaya Lipa’ Saqbe dalam Pembelajaran Matematika

Di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi digital, Kak Enal menilai budaya lokal tetap bisa bertahan apabila mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Ia menyebut generasi muda memiliki peran besar dalam menghidupkan kembali cerita rakyat melalui berbagai media kreatif.

“Budaya lokal akan tetap ada asalkan bisa diubah bentuknya menyesuaikan kebutuhan generasi muda. Misalnya lewat e-book, film pendek, game, atau komik bertema budaya lokal,” katanya.

Baca Juga : Wamendagri Bima Arya: Makassar Role Model Digitalisasi Pelayanan Publik Nasional

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : IRMAN BAGOESENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda