HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Terik mentari tak menyurutkan antusias pengunjung Makassar Culinary Night (MCN) di Benteng Rotterdam, Jalan Ujung Pandang, Makassar, Jumat (16/10/2026). Puluhan warga berlalu-lalang di antara deretan stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tertata rapi di lapangan.
Dari depan, suasana terasa mewah. Umbul – umbul seolah bergoyang di udara. Pedagang terlihat sibuk melayani pengunjung. Lalu, dentuman musik populer ala Gen Z ikut meramaikan event MCN.
Baca Juga : Dukung UMKM Berdaya, Wagub Fatmawati Rusdi Buka FIN Expo BIK 2026 di Makassar
Persis di depan stan bertuliskan ”Walkin Gift”, aroma coklat menguar di udara. Seorang perempuan berdiri di balik meja menjajakan beragam dessert. Tangannya cekatan menyusun beberapa pesanan pengunjung. Lalu, di sebelah kiri meja, terletak papan promo cashback 50% bagi pengguna OCTO Pay.
“Silahkan bayar pakai qris kak. Kalau ada OCTO Pay ta’ ada cashback 50%,” ucap Wahdania Hamzah, pemilik Walkin Gift.

Promo cashback yang disiapkan CIMB Niaga untuk event MCN. (Dok. Gita/HN)
Baca Juga : KKI 2026 Catat Transaksi Rp144,2 Miliar, UMKM Sulsel Raup Rp1,028 Miliar
Usai melayani pelanggan, Wahdania kembali menyusun banyak menu dessert, mulai dari cheesecake, cookies, brownies, hingga tiramisu. Tak hanya itu, kemasan yang digunakannya sangat unik. Wadah berbahan kertas mirip gelas. Lengkap dengan penutup di atasnya.
”Ini yang menjadi nilai jual dalam produk kami. Kami sengaja pesan model begini. Karena kami tidak menggunakan plastik dalam menyajikan dessert,” jelasnya.
Wahdania menuturkan, sejak berdiri 2 tahun lalu tepatnya 2024, ia tak pernah menggunakan wadah berbahan plastik. ”Saya selalu ikut kampanye green culture bersama MCN. Maka dari itu menurut saya, penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan tidak harus selalu dimulai dengan perubahan besar.”
Baca Juga : BI Sulsel Lepas Ekspor 10,2 Ton Kemiri OSP Farm ke Arab Saudi
Walau produk non plastik sudah menjadi syarat MCN menggaet UMKM. Ia tentu tak khawatir karena sudah menggunakannya tiap hari. ”Wadah berbahan kertas juga estetik. Cocok untuk menyajikan brownies dalam porsi kecil sekaligus membuat produk terlihat menarik,” bebernya.
Kata Wahdania, kemasan non plastik juga tak berpengaruh pada penjualannya. Justru sebaliknya, ia bisa menyimpan banyak untung. “Apalagi di MCN ini, keuntungan bisa 50% lebih banyak dari biasanya.” “Pelanggan tidak protes ji kenapa pakai wadah non plastik. Justru lebih bagus, karena gampang terurai,” bebernya.
Di sisi lain, Sabar Karyawan SJUK juga mengaku menggunakan non plastik untuk menyajikan minuman kepada pengunjung. Berbagai pilihan minuman berbahan buah ditawarkan. Semangka dan jeruk menjadi andalan yang tersedia di stan tersebut.
Baca Juga : PLN Kolaborasi dengan Pemkot Kendari Tingkatkan Daya Saing 40 Pelaku UMKM
”Kami sudah mulai ikut mengkampanyekan green culture. Seperti penggunaan gelas non plastik untuk produk kami,” ucapnya.
Menurut Sabar, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan usaha sekaligus mendukung kebiasaan konsumsi yang lebih ramah lingkungan.
”Usaha ini dirintis sejak 2024. Sejak itu, SJUK rutin mengikuti MCN untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan mengedukasi pengunjung melalui wadah minuman yang kami sajikan,” tuturnya.

Karyawan SJUK Sabar memperlihatkan gelas non plastik yang digunakannya untuk menyajikan minuman ke pengunjung. (Dok. Gita/HN)
Keikutsertaan SJUK dalam event MCN juga membawa dampak terhadap penjualan. Sabar menyebut omzet SJUK selalu mengalami peningkatan hingga 80 persen setelah mengikuti MCN.
“Saya berharap, kegiatan seperti ini sering-sering digelar supaya banyak warga yang teredukasi dan UMKM bisa meraup untung banyak di tengah ketidakpastian ekonomi,” jelasnya.
Event MCN memperlihatkan sejauh mana potensi kegiatan kuliner sebagai ruang promosi bagi UMKM lokal dan semangat ramah lingkungan yang diusung MCN menjadi pengingat bahwa pertumbuhan usaha, juga perlu berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan. Pengurangan plastik sekali pakai misalnya, dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam aktivitas jual beli.
Tak hanya itu, pantauan dari harian.news sebanyak 75 stan yang berpartisipasi di MCN sudah menggunakan bahan non plastik untuk menyajikan produk mereka. Hal ini sejalan dengan aturan keamanan pangan yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yaitu Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2026 tentang Kemasan Pangan.
Aturan ini mencakup standar keamanan untuk berbagai material non plastik agar tidak melepaskan zat kimia berbahaya (migrasi) ke dalam hidangan seperti makanan dan minuman.
Kampanye Green Culture dan Kolaborasi MCN-CIMB Niaga
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2015, MCN sudah serius mengkampanyekan Green Culture Festival. Direktur Festival Makassar Culinary Night, Mistrianie Muin mengatakan, tahun ini, melalui event bertajuk “Pesta Rakyat” ia melakukan proses kurasi tenant selama 3 bulan untuk menggaet UMKM yang sudah menerapkan konsep ramah lingkungan.
“Sejak awal ini menjadi aturan kami. Dan kami berharap lewat proses ini, kami bisa mengedukasi UMKM untuk segera menggunakan wadah non plastik untuk menyajikan produk mereka,” ucapnya saat dikonfirmasi di Gedung Suraco Building, Selasa (13/10/2026).
Kata Mistri, dari 387 pendaftar, penyelenggara menetapkan 85 tenant yang akan berpartisipasi dalam festival. Jumlah tersebut terdiri dari 75 tenant makanan dan minuman (food and beverage/F&B) serta 10 tenant creative market.
“Jadi selain menghadirkan pengalaman kuliner, kami juga sekaligus mengampanyekan kepedulian lingkungan melalui konsep Green Culture Festival. Kampanye ramah lingkungan menjadi gerakan untuk mendorong perubahan kebiasaan masyarakat, melalui langkah-langkah sederhana yang memberikan dampak lebih luas,” jelasnya.

Direktur Festival Makassar Culinary Night, Mistrianie Muin. (Dok. Gita/HN)
Mistri meyakini sekitar 80 persen tenant telah diarahkan untuk tidak menggunakan bahan plastik tertentu dalam operasional mereka. Meski demikian, penerapan tersebut tetap perlu mengikuti ketentuan teknis yang berlaku di lokasi acara.
“Selain itu, kami juga menyiapkan water station bagi pengunjung yang membawa tumbler. Hal ini sebagai bagian dari upaya kami mengurangi sampah kemasan sekali pakai,” bebernya.
Tak sampai di situ, seluruh sampah plastik yang terkumpul saat pelaksanaan acara akan dikemas dan dibawa ke beberapa organisasi ramah lingkungan untuk di daur ulang. Salah satunya Rappo Indonesia yang selama ini fokus mengolah plastik menjadi bahan bernilai ekonomi.
Mistri bilang, kampanye ramah lingkungan tak dilakukan MCN sendirian, beberapa kolaborator juga ikut berpartisipasi, seperti CIMB Niaga. ”Di event ini, CIMB Niaga memberikan dukungan berupa promo potongan harga untuk pengunjung.”
Katanya, pengunjung berkesempatan memperoleh promo cashback 50 persen hingga Rp15.000 untuk transaksi menggunakan OCTO Pay maupun kartu kredit. ”Promo tersebut tersedia pada tenant makanan dan minuman yang ada di MCN mulai dari tanggal 16-18 Oktober 2026,” pungkasnya.
CIMB Niaga Dorong Budaya Ramah Lingkungan
HUT ke-71 CIMB Niaga di Makassar dirayakan melalui dukungan terhadap kesadaran lingkungan. Hal tersebut disampaikan Branch Manager CIMB Niaga Cabang Panakkukang Boulevard, Karter Pandean. Menurutnya, melalui event Makassar Culinary Night (MCN), CIMB Niaga bisa menjadi ruang positif bagi pengunjung.
“Kepedulian terhadap lingkungan sejalan dengan nilai yang dibangun CIMB Niaga pada budaya hijau (green culture) dan keberlanjutan (sustainability),” ucapnya.

Branch Manager CIMB Niaga Cabang Panakkukang Boulevard, Karter Pandean (Batik Hijau) saat menjelaskan kolaborasi bersama MCN. (Dok. Gita/HN)
Ia menyebut CIMB Niaga memiliki divisi khusus yang menangani keberlanjutan serta sejumlah program terkait. “Dengan adanya event-event ini, akan sangat membantu mensosialisasikan kebiasaan positif agar bisa diterapkan di masyarakat,” ujarnya.
Karter melanjutkan, upaya pengurangan penggunaan plastik harus menjadi kebiasaan bersama. ”Jangan hanya ikut-ikut tren.” Ia juga mengingatkan bahwa lingkungan yang terjaga bukan hanya untuk kepentingan generasi sekarang, melainkan juga anak-anak di masa depan.
Untuk itu, Karter berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya menjaga lingkungan melalui langkah sederhana dan konsisten.
“Upaya tersebut juga mencerminkan pentingnya program keberlanjutan dalam mendorong perubahan perilaku, sehingga pertumbuhan ekonomi dan aktivitas UMKM dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan,” pungkasnya.
Penulis: Gita Oktaviola
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
