HARIAN.NEWS, JAKARTA – Menteri Kehutanan yang juga politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni. Menanggapi terkait ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang dipersoalkan.
Raja Juli tampak geram dengan adanya gugatan terkait ijazah Gibran Rakabuming yang dinilainya sebagai manuver politik dan tidak beradab.
Baca Juga : Jokowi Pamer KTA PSI
Ia menganggap gugatan tersebut sebagai sesuatu yang seharusnya tidak terjadi di tengah masih banyaknya persoalan yang dihadapi pemerintah RI saat ini seperti masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah di tanah air.
“Saya kira ini adalah manuver-manuver politik yang tidak beradab,” geram Raja Juli.
Raja mengatakan kasus ijazah yang saat ini dipersoalkan merupakan sesuatu hal yang dianggap remeh.
Baca Juga : Ijazah Gibran Diragukan, Jokowi: Masa Harus Ikut Paket C Lagi
“Di saat sekarang ini kita sedang mengalami karhutla, Pak Presiden sekarang sedang sibuk menata bangsa ini, masa masih diurus hal-hal yang remeh temeh,” lanjutnya.
Ia juga menyinggung kasus serupa yang menyasar Jokowi, yang hingga saat ini belum juga selesai.
Raja Juli menyebut tidak menutup kemungkinan tudingan serupa terkait ijazah juga menyasar keluarga Gibran lainnya, seperti Kaesang Pangarep dan Jan Ethes.
Baca Juga : Raja Juli: Saya Diminta Presiden untuk Terus Turun ke Lapangan
“Dulu ijazah Pak Jokowi, hari ini Mas Gibran, mungkin besok Kaesang, mungkin lusa ijazah Jan Ethes.
Diketahui, gugatan terkait syarat pendidikan Gibran diajukan beberapa pihak di antaranya komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Partai Ummat, Denny Indrayana, Forum Purnawirawan Prajurit TNI, M Subhan, Bonatua Silalahi, Tiurma M.S ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka mempersoalkan pemenuhan syarat pendidikan putra Jokowi tersebut saat proses pencalonannya sebagai Wapres di Pilpres 2024 lalu.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
