Juli 2025: Siswa Bisa Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

Juli 2025: Siswa Bisa Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

Ada Cek Kesehatan Gratis untuk Siswa! Apa Saja Isinya?

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) RI bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bakal meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk siswa sekolah mulai Juli 2025.

Langkah ini merupakan gebrakan baru pemerintah dalam mendorong deteksi dini masalah kesehatan anak sejak usia dini.

​“Kita akan meluncurkan program CKG pada Juli nanti,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam pertemuan bersama Mendikdasmen Abdul Muti, baru-baru ini.

​Sebelum diluncurkan secara nasional, program ini telah menjalani simulasi di beberapa sekolah, seperti BPK Penabur dan Assidiqiyah pada periode Maret hingga April 2025. Hasilnya? Cukup mengejutkan.

​“Masalah kesehatan selalu ketemu di setiap anak. Entah itu diabetes, gangguan mata, karies gigi. Semuanya kami rujuk ke Puskesmas untuk penanganan lebih lanjut,” kata Menkes Budi.

Masalah Kesehatan Anak yang Kerap Terabaikan

​Dalam uji coba tersebut, ditemukan berbagai kondisi medis yang cukup serius—mulai dari karies gigi, gangguan penglihatan, hingga risiko diabetes akibat faktor genetik.

Hal ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin di sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit sejak dini.

Jenis Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis Berdasarkan Jenjang Sekolah

​CKG dirancang menyeluruh, disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan kelompok usia siswa.

Berikut rincian jenis pemeriksaannya:
Sekolah Dasar (Usia 7–12 Tahun)

  • ​Pemeriksaan telinga
  • ​Pemeriksaan mata
  • ​Pemeriksaan gigi
  • Pemeriksaan jiwa
  • ​Status gizi
  • ​Deteksi Hepatitis B & C
  • ​Tekanan darah
  • ​Skrining tuberkulosis (TBC)
  • Deteksi perokok pemula (kelas 5–6)
  • Tingkat aktivitas fisik (kelas 4–6)
  • Gula darah


Sekolah Menengah Pertama (Usia 13–15 Tahun)

  • ​Pemeriksaan telinga, mata, dan gigi
  • ​Pemeriksaan jiwa dan status gizi
  • ​Deteksi Hepatitis B & C
  • ​Tekanan darah dan TBC
  • ​Gula darah
  • ​Tingkat aktivitas fisik
  • ​Talasemia (kelas 7)
  • ​Anemia remaja putri (kelas 7)

Sekolah Menengah Atas (Usia 16–17 Tahun)

  • ​Pemeriksaan telinga, mata, gigi, dan jiwa
  • ​Status gizi
  • ​Deteksi Hepatitis B & C
  • ​Tekanan darah dan TBC
  • ​Gula darah
  • ​Perilaku merokok
  • ​Tingkat aktivitas fisik
  • ​Anemia remaja putri

Begini Cara Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sekolah

​Program CKG akan dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Pihak sekolah wajib menyebarkan tautan kuesioner kesehatan kepada orangtua untuk pengisian awal sebelum pemeriksaan berlangsung.

​Dua hari sebelum pelaksanaan, tenaga kesehatan akan menyiapkan alat medis dan bahan habis pakai (BMHP) untuk menjamin kelancaran proses.

Pemeriksaan akan dilakukan di dua ruang berbeda, termasuk ruangan khusus sepanjang minimal 6 meter untuk skrining mata.

​Tak hanya itu, guru PJOK dan UKS juga akan dilibatkan untuk mengukur kebugaran dan aktivitas fisik siswa.

Mendorong Sekolah Jadi Pusat Deteksi Dini Kesehatan Anak

​Program CKG menjadi wujud sinergi antara sektor pendidikan dan kesehatan dalam mewujudkan generasi sehat dan cerdas. Pemeriksaan gratis ini diharapkan bisa mendeteksi penyakit secara dini, meningkatkan kesadaran keluarga terhadap kesehatan anak, dan menurunkan angka penyakit tidak menular di kalangan pelajar.

​“Kita ingin menjadikan sekolah sebagai tempat intervensi kesehatan yang sistematis dan berkelanjutan,” ungkap Menkes Budi.

Yuk, Dukung CKG di Sekolah Anak Anda!

​Bagi para orangtua, mari ambil bagian dengan memastikan anak-anak mengikuti program ini dengan baik. Isi kuesioner kesehatan dengan jujur, dan dampingi anak saat proses pemeriksaan.

​Ingat, deteksi dini adalah langkah awal menuju hidup sehat. Jangan tunda, kesehatan anak adalah investasi masa depan bangsa! ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman