Sekolah Menengah Pertama (Usia 13–15 Tahun)
- Pemeriksaan telinga, mata, dan gigi
- Pemeriksaan jiwa dan status gizi
- Deteksi Hepatitis B & C
- Tekanan darah dan TBC
- Gula darah
- Tingkat aktivitas fisik
- Talasemia (kelas 7)
- Anemia remaja putri (kelas 7)
Sekolah Menengah Atas (Usia 16–17 Tahun)
- Pemeriksaan telinga, mata, gigi, dan jiwa
- Status gizi
- Deteksi Hepatitis B & C
- Tekanan darah dan TBC
- Gula darah
- Perilaku merokok
- Tingkat aktivitas fisik
- Anemia remaja putri
Baca Juga : Pesan dr Annas Ahmad di Momen HUT RSWS ke-33: Siap Transformasi Melayani
Begini Cara Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sekolah
Program CKG akan dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Pihak sekolah wajib menyebarkan tautan kuesioner kesehatan kepada orangtua untuk pengisian awal sebelum pemeriksaan berlangsung.
Dua hari sebelum pelaksanaan, tenaga kesehatan akan menyiapkan alat medis dan bahan habis pakai (BMHP) untuk menjamin kelancaran proses.
Baca Juga : TMMD ke -128 Kodim 1415/Selayar, Warga Antre Sembako Murah
Pemeriksaan akan dilakukan di dua ruang berbeda, termasuk ruangan khusus sepanjang minimal 6 meter untuk skrining mata.
Tak hanya itu, guru PJOK dan UKS juga akan dilibatkan untuk mengukur kebugaran dan aktivitas fisik siswa.
Mendorong Sekolah Jadi Pusat Deteksi Dini Kesehatan Anak
Baca Juga : Direktur Operasional RSUP Wahidin : Gedung “Mochil” yang Retak Sudah Diperbaiki
Program CKG menjadi wujud sinergi antara sektor pendidikan dan kesehatan dalam mewujudkan generasi sehat dan cerdas. Pemeriksaan gratis ini diharapkan bisa mendeteksi penyakit secara dini, meningkatkan kesadaran keluarga terhadap kesehatan anak, dan menurunkan angka penyakit tidak menular di kalangan pelajar.
“Kita ingin menjadikan sekolah sebagai tempat intervensi kesehatan yang sistematis dan berkelanjutan,” ungkap Menkes Budi.
Yuk, Dukung CKG di Sekolah Anak Anda!
Baca Juga : Waspada! Super Flu Masuk Indonesia
Bagi para orangtua, mari ambil bagian dengan memastikan anak-anak mengikuti program ini dengan baik. Isi kuesioner kesehatan dengan jujur, dan dampingi anak saat proses pemeriksaan.
Ingat, deteksi dini adalah langkah awal menuju hidup sehat. Jangan tunda, kesehatan anak adalah investasi masa depan bangsa! ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

