Logo Harian.news

Sekolah Jadi Pusat Kesehatan Anak

Juli 2025: Siswa Bisa Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

Editor : Andi Awal Tjoheng Selasa, 24 Juni 2025 07:50
Sekolah Jadi pusat deteksi dini kesehatan anak dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang akan dimulai pada Juli 2025 |ilustrasiAI_andiawaltjoheng@harian.news
Sekolah Jadi pusat deteksi dini kesehatan anak dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang akan dimulai pada Juli 2025 |[email protected]

Sekolah Menengah Pertama (Usia 13–15 Tahun)

  • ​Pemeriksaan telinga, mata, dan gigi
  • ​Pemeriksaan jiwa dan status gizi
  • ​Deteksi Hepatitis B & C
  • ​Tekanan darah dan TBC
  • ​Gula darah
  • ​Tingkat aktivitas fisik
  • ​Talasemia (kelas 7)
  • ​Anemia remaja putri (kelas 7)

Sekolah Menengah Atas (Usia 16–17 Tahun)

  • ​Pemeriksaan telinga, mata, gigi, dan jiwa
  • ​Status gizi
  • ​Deteksi Hepatitis B & C
  • ​Tekanan darah dan TBC
  • ​Gula darah
  • ​Perilaku merokok
  • ​Tingkat aktivitas fisik
  • ​Anemia remaja putri

Begini Cara Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sekolah

Baca Juga : Direktur Operasional RSUP Wahidin : Gedung “Mochil” yang Retak Sudah Diperbaiki

​Program CKG akan dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Pihak sekolah wajib menyebarkan tautan kuesioner kesehatan kepada orangtua untuk pengisian awal sebelum pemeriksaan berlangsung.

​Dua hari sebelum pelaksanaan, tenaga kesehatan akan menyiapkan alat medis dan bahan habis pakai (BMHP) untuk menjamin kelancaran proses.

Pemeriksaan akan dilakukan di dua ruang berbeda, termasuk ruangan khusus sepanjang minimal 6 meter untuk skrining mata.

Baca Juga : Waspada! Super Flu Masuk Indonesia

​Tak hanya itu, guru PJOK dan UKS juga akan dilibatkan untuk mengukur kebugaran dan aktivitas fisik siswa.

Mendorong Sekolah Jadi Pusat Deteksi Dini Kesehatan Anak

​Program CKG menjadi wujud sinergi antara sektor pendidikan dan kesehatan dalam mewujudkan generasi sehat dan cerdas. Pemeriksaan gratis ini diharapkan bisa mendeteksi penyakit secara dini, meningkatkan kesadaran keluarga terhadap kesehatan anak, dan menurunkan angka penyakit tidak menular di kalangan pelajar.

Baca Juga : Bunda PAUD Makassar Dorong Integrasi PAUD & Posyandu Tekan Stunting

​“Kita ingin menjadikan sekolah sebagai tempat intervensi kesehatan yang sistematis dan berkelanjutan,” ungkap Menkes Budi.

Yuk, Dukung CKG di Sekolah Anak Anda!

​Bagi para orangtua, mari ambil bagian dengan memastikan anak-anak mengikuti program ini dengan baik. Isi kuesioner kesehatan dengan jujur, dan dampingi anak saat proses pemeriksaan.

Baca Juga : HUT Pangkep ke-65, Bupati MYL Resmikan Layanan Kesehatan Gratis

​Ingat, deteksi dini adalah langkah awal menuju hidup sehat. Jangan tunda, kesehatan anak adalah investasi masa depan bangsa! ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda