Kapan dan Bagaimana Salat Id Dilakukan? Ini Bacaan Niat dan Takbirnya!

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Salat Id adalah ibadah sunnah yang dilaksanakan pada Hari Raya Idulfitri, tepatnya pada tanggal 1 Syawal.
Pada umumnya, salat ini dilakukan berjamaah di masjid atau lapangan terbuka, namun tetap sah jika dikerjakan sendiri (munfarid) di rumah, meskipun lebih utama dilakukan bersama jamaah.
Sebagai ibadah yang sangat diutamakan, ada beberapa hal yang perlu dipahami dengan baik oleh umat Islam, terutama mengenai tata cara dan niat salat Id.
Berikut ini adalah panduan lengkap yang dirangkum dari berbagai sumber, terutama yang sesuai dengan mazhab Syafi’i yang banyak dianut di Indonesia.
Rakaat Pertama: Takbir dan Bacaan Doa
Rakaat Pertama
Setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, dilakukan takbir sebanyak tujuh kali sebelum membaca Surah Al-Fatihah. Setelah itu, lanjutkan dengan Surah Al-A’la yang disunnahkan untuk dibaca setelah Al-Fatihah.
Bacaan di Antara Takbir:
Dianjurkan untuk membaca tasbih dan tahmid, seperti:
“Allah Akbar Kabiran, Walhamdulillahi Katsiran, Subhanallah Bukratan wa Asila.”
“Subhanallahi walhamdulillahi wa la ilaha illallah wa Allahu Akbar.”
Setelah tujuh kali takbir, teruskan dengan ruku’, sujud, dan duduk di antara dua sujud sesuai dengan tata cara shalat pada umumnya.
Rakaat Kedua
Pada rakaat kedua, lakukan takbir sebanyak lima kali setelah bangun dari sujud, disertai dengan membaca tasbih di setiap sela takbir. Setelah itu, lanjutkan dengan membaca Al-Fatihah dan disarankan membaca Surah Al-Ghashiyah. Setelah selesai, lanjutkan dengan gerakan shalat hingga salam.
Niat Salat Id untuk Imam dan Makmum
Salat Id bisa dilakukan secara berjamaah maupun sendiri (munfarid). Niat dalam hati sangat penting agar ibadah menjadi lebih fokus.
Niat untuk Makmum:
“Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak‘ataini ma’mûman lillâhi ta‘âlâ.”
(Artinya: Aku niat salat sunnah Idulfitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala)
Niat untuk Imam:
“Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak‘ataini imâman lillâhi ta‘âlâ.”
(Artinya: Aku niat salat sunnah Idulfitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala)
Sebagai catatan, salat Id tidak diawali dengan azan maupun iqamah. Biasanya hanya dikumandangkan seruan “ash-shalâtu jâmi‘ah” sebagai tanda shalat akan segera dimulai.
Khutbah Idulfitri: Mendengarkan dengan Khusyuk
Setelah salat Id, khutbah Idulfitri disampaikan sebagai bagian penting dari ibadah ini. Khutbah dilakukan dua kali, dipisahkan dengan duduk sejenak.
Khatib biasanya membuka khutbah pertama dengan sembilan kali takbir, dan khutbah kedua dengan tujuh kali takbir. Mendengarkan khutbah dengan khusyuk adalah bagian dari adab yang sangat dianjurkan.
Mengapa Salat Id Itu Penting?
Salat Id merupakan simbol kebersamaan umat Islam dalam merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa.
Meskipun tidak ada azan atau iqamah yang dikumandangkan, sholat ini tetap menjadi momen yang sangat berarti bagi umat Islam, apalagi jika dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG