Niat Salat Id untuk Imam dan Makmum
Salat Id bisa dilakukan secara berjamaah maupun sendiri (munfarid). Niat dalam hati sangat penting agar ibadah menjadi lebih fokus.
Niat untuk Makmum:
“Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak‘ataini ma’mûman lillâhi ta‘âlâ.”
Baca Juga : Bayar Zakat Fitrah Kapan? Ini Waktu yang Disarankan!
(Artinya: Aku niat salat sunnah Idulfitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala)
Niat untuk Imam:
“Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak‘ataini imâman lillâhi ta‘âlâ.”
(Artinya: Aku niat salat sunnah Idulfitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala)
Sebagai catatan, salat Id tidak diawali dengan azan maupun iqamah. Biasanya hanya dikumandangkan seruan “ash-shalâtu jâmi‘ah” sebagai tanda shalat akan segera dimulai.
Khutbah Idulfitri: Mendengarkan dengan Khusyuk
Setelah salat Id, khutbah Idulfitri disampaikan sebagai bagian penting dari ibadah ini. Khutbah dilakukan dua kali, dipisahkan dengan duduk sejenak.
Khatib biasanya membuka khutbah pertama dengan sembilan kali takbir, dan khutbah kedua dengan tujuh kali takbir. Mendengarkan khutbah dengan khusyuk adalah bagian dari adab yang sangat dianjurkan.
Mengapa Salat Id Itu Penting?
Salat Id merupakan simbol kebersamaan umat Islam dalam merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa.
Meskipun tidak ada azan atau iqamah yang dikumandangkan, sholat ini tetap menjadi momen yang sangat berarti bagi umat Islam, apalagi jika dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
