Kemnaker Cairkan Rp32 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Sumut dan Aceh

Kemnaker Cairkan Rp32 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Sumut dan Aceh

HARIAN.NEWS,MEDAN – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menyalurkan bantuan program Kemnaker Peduli senilai Rp32.252.643.000 untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh.

Bantuan diserahkan langsung Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Selasa (21/4/2026). Langkah ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah kesulitan.

“Dampak bencana tak hanya merugikan secara materi, tapi juga mengganggu kehidupan sosial dan ekonomi warga,” ujar Menaker Yassierli dalam sambutannya.

Namun ia optimistis, semangat gotong royong masyarakat Sumut dan Aceh akan mampu mengubah musibah menjadi titik balik kebangkitan.

Bukan Sekadar Simbolis

Yassierli menegaskan bantuan ini dirancang untuk memberikan dampak nyata. Total anggaran dialokasikan ke sejumlah program strategis:

1. Pelatihan Vokasi (Rp25,45 Miliar)
– Sumut: 4.516 peserta – Rp16.531.704.000
– Aceh: 2.438 peserta – Rp8.918.439.000

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan kerja agar masyarakat bisa kembali bekerja atau membuka usaha sendiri.

2. Padat Karya (Rp4 Miliar)
Sebanyak 40 paket kegiatan disediakan untuk menciptakan lapangan kerja sementara sekaligus menggerakkan ekonomi lokal di wilayah terdampak.

3. Tenaga Kerja Mandiri (TKM) – Rp2 Miliar
400 paket bantuan modal usaha kecil baru disalurkan untuk mendorong pertumbuhan wirausaha di tingkat akar rumput.

4. Santunan Pekerja Terdampak (Rp52,5 Juta)
28 pekerja dengan kategori terdampak berat dan sedang menerima paket sembako serta tali asih sebagai bentuk kepedulian sosial.

5. Dukungan Wirausaha MPSI (Rp750 Juta)
Pelatihan dan modal usaha diberikan untuk memperkuat kapasitas wirausaha masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.

Pemulihan Jangka Panjang

Menaker Yassierli menekankan bahwa pemulihan tidak berhenti pada bantuan awal. Melalui BBPVP Medan dan Aceh, Kemnaker menyiapkan program jangka menengah dan panjang berupa:

– Pelatihan vokasi berbasis kebutuhan pascabencana
– Peningkatan keterampilan kerja dan kewirausahaan
– Penguatan produktivitas menuju kemandirian ekonomi

“Bencana boleh meruntuhkan bangunan, tetapi tidak boleh meruntuhkan semangat. Kita jadikan musibah ini sebagai titik untuk bangkit lebih kuat,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan – pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan masyarakat – untuk terus bersinergi mempercepat pemulihan dan penguatan SDM di Sumatera Utara dan Aceh.***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : ANDI AWAL TJOHENG