Kodim 1419 Enrekang Gerak Cepat Tangani Karhutla di Medan Terjal

Kodim 1419 Enrekang Gerak Cepat Tangani Karhutla di Medan Terjal

HARIAN.NEWS, ENREKANG — Kodim 1419/Enrekang memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Dandim 1419/Enrekang Letkol Inf Hendra Wijaya Kusuma, S.Sos., M.M., menginstruksikan jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa) agar aktif melakukan pencegahan di wilayah masing-masing.

Babinsa diminta tidak hanya bergerak ketika kebakaran terjadi, tetapi juga meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan, terutama untuk membuka area pertanian.

Langkah pencegahan tersebut dinilai penting karena kebakaran dapat meluas dengan cepat dan sulit dikendalikan ketika terjadi di kawasan dengan kondisi geografis yang berat.

“Kami mengimbau masyarakat agar peduli terhadap lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan untuk dijadikan areal pertanian,” demikian arahan Dandim kepada jajaran Babinsa.

Diminta Bergerak Cepat Saat Api Muncul

Selain melakukan pencegahan, Babinsa juga diperintahkan segera merespons apabila menemukan titik kebakaran.

Kodim 1419/Enrekang mendorong koordinasi cepat antara TNI, kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dalam proses pemadaman.

Kecepatan menjadi faktor penting agar api tidak semakin meluas. Setelah proses pemadaman dilakukan, petugas juga diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah munculnya kembali titik api yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar.

Medan Terjal Jadi Tantangan

Penanganan karhutla di Enrekang bukan tanpa kendala. Kondisi geografis menjadi salah satu tantangan utama bagi petugas di lapangan.

Sejumlah lokasi memiliki medan berbukit dan terjal dengan akses jalan yang sulit dijangkau. Kondisi tersebut membuat mobilisasi personel maupun peralatan pemadaman menjadi lebih berat.

Keterbatasan sumber air juga menjadi persoalan tersendiri dalam proses pemadaman. Meski demikian, personel di lapangan tetap berupaya mengendalikan api dengan peralatan yang tersedia.

Situasi tersebut membuat respons cepat dan koordinasi antarlembaga menjadi semakin penting.

Warga Jadi Garda Terdepan Pencegahan

Kodim 1419/Enrekang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya mencegah karhutla.

Edukasi kepada warga diarahkan agar kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar dapat ditinggalkan. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api di sekitar permukiman maupun kawasan hutan dan lahan.

Bagi aparat, mencegah kebakaran sejak awal jauh lebih efektif dibandingkan menangani api yang sudah meluas, terlebih di wilayah dengan kontur perbukitan dan akses terbatas.

Karena itu, sinergi antara Babinsa, kepolisian, BPBD dan masyarakat menjadi kunci untuk menekan risiko karhutla di Enrekang.

Upaya tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan bukan hanya tanggung jawab petugas. Kepedulian warga terhadap lingkungan menjadi bagian penting untuk mencegah api kembali muncul dan meluas. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : ANDI AWAL TJOHENG