Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah munculnya kembali titik api yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar.
Medan Terjal Jadi Tantangan
Baca Juga : Viral Pernyataan Kadisdik Kalteng
Penanganan karhutla di Enrekang bukan tanpa kendala. Kondisi geografis menjadi salah satu tantangan utama bagi petugas di lapangan.
Sejumlah lokasi memiliki medan berbukit dan terjal dengan akses jalan yang sulit dijangkau. Kondisi tersebut membuat mobilisasi personel maupun peralatan pemadaman menjadi lebih berat.
Keterbatasan sumber air juga menjadi persoalan tersendiri dalam proses pemadaman. Meski demikian, personel di lapangan tetap berupaya mengendalikan api dengan peralatan yang tersedia.
Baca Juga : Pemadaman Karhutla Manfaatkan Air Kolam Warga, Ini Kata BNPB
Situasi tersebut membuat respons cepat dan koordinasi antarlembaga menjadi semakin penting.
Warga Jadi Garda Terdepan Pencegahan
Kodim 1419/Enrekang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya mencegah karhutla.
Baca Juga : Prabowo Ancam Perusahaan yang Terlibat Pembakaran Hutan
Edukasi kepada warga diarahkan agar kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar dapat ditinggalkan. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api di sekitar permukiman maupun kawasan hutan dan lahan.
Bagi aparat, mencegah kebakaran sejak awal jauh lebih efektif dibandingkan menangani api yang sudah meluas, terlebih di wilayah dengan kontur perbukitan dan akses terbatas.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
