Lulus dari Unhas, Sri dari Bantaeng Kenang Sosok Ayah yang Tiada

Lulus dari Unhas, Sri dari Bantaeng Kenang Sosok Ayah yang Tiada

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Senyum bahagia terpancar dari wajah Sri Fitri Handayani saat mengenakan toga di Baruga Andi Pangeran Pettarani Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa (8/9/2026).

Hari itu menjadi salah satu momen penting dalam hidupnya. Setelah melewati rangkaian panjang perkuliahan, tugas, ujian, hingga berbagai tantangan selama menempuh pendidikan, Sri akhirnya resmi menyandang gelar sarjana dari Program Studi Hukum Unhas.

Namun, di balik kebahagiaan tersebut tersimpan kisah yang cukup mengharukan. Perjalanan Sri menuju wisuda tidak ditemani sang ayah yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Di hari istimewa itu, Sri hanya didampingi ibunda tercinta dan adik bungsunya. Kehadiran mereka menjadi sumber kebahagiaan sekaligus pengingat bahwa perjalanan pendidikan Sri tidak ditempuh seorang diri.

Sri Fitri Handayani merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Ia berasal dari Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Dari daerah tersebut, Sri membawa harapan keluarga hingga akhirnya berhasil menuntaskan pendidikan tinggi di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

“Perasaan saya sangat bangga pastinya, karena sudah sampai di titik ini dan sudah dapat menyelesaikan pendidikan saya,” ujar Sri.

Bagi Sri, wisuda bukan sekadar seremoni mengenakan toga dan menerima ijazah. Momen tersebut menjadi penanda atas perjuangan panjang yang telah dilaluinya sekaligus awal untuk memasuki fase kehidupan berikutnya.

Ketidakhadiran sang ayah tentu meninggalkan ruang tersendiri di tengah kebahagiaan tersebut. Namun, dukungan keluarga, terutama sang ibu, menjadi bagian penting dalam perjalanan Sri hingga mampu menyelesaikan pendidikan.

Ia pun menyimpan momen wisuda tersebut sebagai bentuk pencapaian yang dipersembahkan untuk keluarga.

2.097 Lulusan Diwisuda

Sri menjadi salah satu dari ribuan lulusan yang mengikuti Wisuda Periode September 2026 Unhas.

Pada hari kedua pelaksanaan wisuda, Unhas mewisuda sebanyak 2.097 lulusan dari berbagai program pendidikan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 775 lulusan atau 36,93 persen merupakan laki-laki. Sementara lulusan perempuan mencapai 1.322 orang atau 63,07 persen.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya generasi muda yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi dan bersiap memasuki dunia profesional maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

Di antara ribuan lulusan tersebut, kisah Sri menjadi gambaran bahwa perjalanan menuju bangku wisuda tidak selalu berlangsung mudah.

Ada keluarga yang menjadi penyemangat, ada orang-orang terkasih yang terus memberi dukungan, dan ada pula sosok yang mungkin tidak lagi dapat hadir secara langsung untuk menyaksikan keberhasilan tersebut.

Bagi Sri, toga yang dikenakannya hari itu bukan hanya simbol kelulusan. Di baliknya ada perjuangan, doa keluarga, serta perjalanan panjang dari Bonto Salluang hingga Baruga Andi Pangeran Pettarani Unhas.

Kini, satu tahap telah berhasil dilewati. Gelar sarjana hukum menjadi bekal bagi Sri untuk melangkah ke perjalanan berikutnya.

Dan di balik foto wisuda yang tersimpan sebagai kenangan, ada cerita seorang anak dari Bantaeng yang berhasil menuntaskan pendidikan tinggi, meski harus menerima kenyataan bahwa sang ayah tidak lagi dapat berdiri di sampingnya pada hari yang membanggakan itu.***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : ANDI AWAL TJOHENG