HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Senyum bahagia terpancar dari wajah Sri Fitri Handayani saat mengenakan toga di Baruga Andi Pangeran Pettarani Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa (8/9/2026).
Hari itu menjadi salah satu momen penting dalam hidupnya. Setelah melewati rangkaian panjang perkuliahan, tugas, ujian, hingga berbagai tantangan selama menempuh pendidikan, Sri akhirnya resmi menyandang gelar sarjana dari Program Studi Hukum Unhas.
Baca Juga : IKA Unhas Bulungan 1 Sabet Juara Utama Turnamen Sepak Bola Mini Meriahkan Dies Natalis ke-70 Unhas
Namun, di balik kebahagiaan tersebut tersimpan kisah yang cukup mengharukan. Perjalanan Sri menuju wisuda tidak ditemani sang ayah yang telah meninggal dunia beberapa tahun lalu.
Di hari istimewa itu, Sri hanya didampingi ibunda tercinta dan adik bungsunya. Kehadiran mereka menjadi sumber kebahagiaan sekaligus pengingat bahwa perjalanan pendidikan Sri tidak ditempuh seorang diri.
Sri Fitri Handayani merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Ia berasal dari Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Baca Juga : Jalin Silaturahmi Antarwilayah, IKA Unhas Sulsel Siap Berikan Penampilan Terbaik di Kaltara
Dari daerah tersebut, Sri membawa harapan keluarga hingga akhirnya berhasil menuntaskan pendidikan tinggi di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
“Perasaan saya sangat bangga pastinya, karena sudah sampai di titik ini dan sudah dapat menyelesaikan pendidikan saya,” ujar Sri.
Bagi Sri, wisuda bukan sekadar seremoni mengenakan toga dan menerima ijazah. Momen tersebut menjadi penanda atas perjuangan panjang yang telah dilaluinya sekaligus awal untuk memasuki fase kehidupan berikutnya.
Baca Juga : Dies Natalis ke-66 FT Unhas, Andi Sudirman Dorong Engineer Perkuat Pembangunan Sulsel
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
