Majelis Taklim Jojjolo Jadi Model Sinergi Penyuluh Agama dan Pemerintah Desa

Majelis Taklim Jojjolo Jadi Model Sinergi Penyuluh Agama dan Pemerintah Desa

KUA Bulukumpa Dorong Penyuluh Agama Aktif Dampingi Majelis Taklim

HARIAN.NEWS, BULUKUMBA – Suasana berbeda terlihat di Masjid Nurul Akbar Lajae, Desa Jojjolo, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Jumat (8/5/2026).

Warga tersebut hadir dalam pertemuan rutin Majelis Taklim Desa Jojjolo yang kali ini terasa istimewa. Hadir langsung Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bulukumpa, Arman, yang membawakan materi segar tentang pentingnya menjaga semangat menuntut ilmu dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

Zikir Bersama yang Menyentuh Hati

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi keagamaan. Arman dengan gaya tutur yang akrab mengajak para anggota majelis taklim untuk tidak pernah lelah belajar, termasuk di usia senja sekalipun.

“Dari majelis-majelis ilmu seperti inilah lahir masyarakat yang kuat iman, kuat persaudaraan, dan kuat dalam menghadapi tantangan zaman,”* ujar Arman.

Setelah materi selesai, suasana berubah menjadi lebih hening. Seluruh peserta melantunkan zikir bersama dengan penuh kekhidmatan. Beberapa terlihat menyeka air mata. Keakraban dan rasa persaudaraan begitu terasa.

Apresiasi dari Penyuluh dan Kepala Desa

Arman tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus dan anggota majelis taklim.

“Melihat semangat dan kekompakan Majelis Taklim hari ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Penyuluh Agama. Harapan kami, semangat ini jangan pernah pudar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jojjolo, Hj. Marniati, juga turut hadir dan memberikan dukungan penuh. Ia menegaskan bahwa pemerintah desa siap membantu dan mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan di setiap majelis taklim, baik tingkat dusun maupun desa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pembinaan seperti ini karena memberi dampak positif bagi masyarakat. Pemerintah desa siap mendukung,” ungkap Hj. Marniati.

Pesan Kepala KUA: Penyuluh Agama Bukan Hanya untuk Masalah Ibadah

Di tempat terpisah, Kepala KUA Kecamatan Bulukumpa, Akmal, memberikan dorongan moril kepada seluruh penyuluh agama di wilayahnya. Menurut Akmal, tugas penyuluh agama tidak boleh berhenti pada bimbingan ibadah semata.

“Penyuluh agama harus aktif mendampingi kelompok sasaran di setiap wilayah binaannya. Bimbingan yang diberikan bukan hanya terkait masalah agama, tetapi juga hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat secara umum. Termasuk kegiatan sosial dan ekonomi produktif harus tumbuh dan berkembang di setiap majelis taklim,” tegas Akmal.

Pesan ini menjadi semacam peta jalan baru bagi para penyuluh agar tidak hanya berdakwah, tapi juga memberdayakan.

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini ditutup dengan doa bersama. Para peserta mengaku mendapatkan pencerahan baru. Mereka berharap kegiatan serupa bisa dilakukan secara rutin, tidak hanya di Desa Jojjolo tapi juga di majelis taklim lainnya se-Kabupaten Bulukumba.

Yang menarik, arahan dari Kepala KUA Bulukumpa membuka peluang agar majelis taklim ke depan tidak hanya menjadi pusat kajian agama, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : ANDI AWAL TJOHENG