Mengapa Isra Mikraj Menjadi Hari Libur Nasional di Indonesia?

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya selalu diakui sebagai hari libur nasional di Indonesia. Keputusan pemerintah untuk menetapkan hari bersejarah ini sebagai hari libur resmi sering menimbulkan pertanyaan, terutama dari generasi muda yang mungkin belum sepenuhnya memahami makna di balik peristiwa besar ini.

Lalu, apa alasan di balik penetapan Isra Mikraj sebagai hari libur nasional?

Isra Mikraj adalah peristiwa monumental dalam sejarah Islam yang menandai perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Dia melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian naik ke Sidratul Muntaha.

Di puncak perjalanan tersebut, Allah SWT menurunkan perintah salat lima waktu, yang menjadi kewajiban utama umat Islam hingga saat ini.

Alasan Isra Mikraj Ditetapkan Sebagai Hari Libur Nasional

1. Karakter Indonesia sebagai Negara dengan Mayoritas Muslim

Indonesia, sebagai negara dengan lebih dari 85% penduduk Muslim, memberikan ruang bagi umat Islam untuk merayakan hari-hari besar agama secara khusyuk. Penetapan Isra Mikraj sebagai hari libur nasional merupakan bentuk pengakuan terhadap peristiwa yang sangat sakral bagi umat Islam.

2. Sebagai Wujud Kebhinekaan

Selain menghormati agama mayoritas, keputusan ini juga menunjukkan semangat kebhinekaan. Pemerintah Indonesia telah mengakui dan menetapkan hari libur bagi berbagai agama, seperti Natal, Waisak, Nyepi, dan Imlek, sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman keyakinan masyarakat.

3. Nilai Sosial dan Moral yang Relevan

Isra Mikraj bukan hanya sekadar peringatan keagamaan, tetapi juga mengandung pesan moral dan sosial yang sangat relevan. Nilai keteguhan iman, kedisiplinan dalam beribadah, dan ketahanan menghadapi ujian hidup adalah ajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di tingkat individu maupun masyarakat.

4. Peluang untuk Pendidikan Spiritual

Sebagai hari libur, Isra Mikraj memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk mengikuti kegiatan keagamaan tanpa terganggu oleh kewajiban kerja. Peringatan ini menjadi sarana bagi keluarga dan masyarakat untuk mendalami ajaran Islam, memperkuat iman, dan mempererat tali persaudaraan.

Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, bersama jajaran dan Bhayangkari mengikuti peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Namirah Polres Bulukumba, Kamis (15/1/2026) ||handover_bidhumasreskumba

Keputusan ini mencerminkan Komitmen Negara

Penetapan Isra Mikraj sebagai hari libur nasional menunjukkan komitmen negara untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan beragama dan kehidupan bernegara. Melalui kebijakan ini, Indonesia memperlihatkan bahwa kebebasan beragama dijamin, sementara keberagaman tetap dihormati. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman