Logo Harian.news

Mengapa Isra Mikraj Menjadi Hari Libur Nasional di Indonesia?

Editor : Andi Awal Tjoheng Jumat, 16 Januari 2026 11:22
Kenapa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Jadi Hari Libur Nasional di Indonesia ||IG@asepdea
Kenapa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Jadi Hari Libur Nasional di Indonesia ||IG@asepdea

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya selalu diakui sebagai hari libur nasional di Indonesia. Keputusan pemerintah untuk menetapkan hari bersejarah ini sebagai hari libur resmi sering menimbulkan pertanyaan, terutama dari generasi muda yang mungkin belum sepenuhnya memahami makna di balik peristiwa besar ini.

Lalu, apa alasan di balik penetapan Isra Mikraj sebagai hari libur nasional?

Isra Mikraj adalah peristiwa monumental dalam sejarah Islam yang menandai perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Dia melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian naik ke Sidratul Muntaha.

Baca Juga : Isra Mikraj dan Persatuan yang Kita Lupa, Diuji oleh Ego

Di puncak perjalanan tersebut, Allah SWT menurunkan perintah salat lima waktu, yang menjadi kewajiban utama umat Islam hingga saat ini.

Alasan Isra Mikraj Ditetapkan Sebagai Hari Libur Nasional

1. Karakter Indonesia sebagai Negara dengan Mayoritas Muslim

Baca Juga : Momen Isra Mi’raj, 7 Negara yang Rayakan dengan Libur Nasional

Indonesia, sebagai negara dengan lebih dari 85% penduduk Muslim, memberikan ruang bagi umat Islam untuk merayakan hari-hari besar agama secara khusyuk. Penetapan Isra Mikraj sebagai hari libur nasional merupakan bentuk pengakuan terhadap peristiwa yang sangat sakral bagi umat Islam.

2. Sebagai Wujud Kebhinekaan

Selain menghormati agama mayoritas, keputusan ini juga menunjukkan semangat kebhinekaan. Pemerintah Indonesia telah mengakui dan menetapkan hari libur bagi berbagai agama, seperti Natal, Waisak, Nyepi, dan Imlek, sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman keyakinan masyarakat.

3. Nilai Sosial dan Moral yang Relevan

Isra Mikraj bukan hanya sekadar peringatan keagamaan, tetapi juga mengandung pesan moral dan sosial yang sangat relevan. Nilai keteguhan iman, kedisiplinan dalam beribadah, dan ketahanan menghadapi ujian hidup adalah ajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di tingkat individu maupun masyarakat.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda