Oknum Brimob Pelopor Baebunta Diduga Aniaya Warga Sabbang

HARIAN.NEWS, LUWU UTARA — Seorang pemuda di Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, mengalami luka serius setelah diduga dikeroyok oleh oknum anggota Brimob dari Batalyon D Pelopor Baebunta. Kejadian itu terjadi pada Kamis (12/6/2025) dini hari di sebuah lorong pasar.

Korban bernama Rokki (28) dianiaya oleh Bripda VJ dan sejumlah rekannya yang diduga kuat juga merupakan anggota Brimob.

Peristiwa bermula ketika korban bersama rekannya, Ahyar (24), hendak pulang dan ditawari minuman keras oleh para pelaku.

Korban menolak tawaran tersebut, yang diduga memicu emosi dari para pelaku. Salah satu pelaku kemudian menghubungi rekannya. Tidak lama berselang, sekitar 20 orang datang dan langsung menganiaya Rokki.

“Waktu kejadian, salah satu anggota Brimob itu menelepon temannya. Tak lama sekitar 20 orang datang dan diduga turut memukul Rokki,” ucap Citra, kerabat korban.

Tidak hanya Rokki, rekannya Ahyar dan seorang warga lain, Karim, juga menjadi korban kekerasan saat mencoba melerai.

Ahyar mengaku telah memperkenalkan diri sebagai warga setempat namun tetap mendapat pukulan.

“Saya bilang ke mereka, ‘Pak, saya warga di sini juga.’ Tapi mereka tidak peduli. Saya juga kena pukul di dagu,”, kata Ahyar.

Kondisi Rokki, warga Sabbang usai dianiaya oknum Brimob Batalyon D Pelopor Baebunta ||hamsul@harian.news

Dari hasil rekonstruksi bersama keluarga, penganiayaan terjadi di beberapa titik: dimulai dari lorong pasar, berlanjut ke badan jalan, dan berakhir di teras salah satu rumah warga. Di titik terakhir, Rokki dipukuli dalam posisi membelakangi tembok, dengan tangan ditahan dari belakang

Akibat pemukulan tersebut, Rokki mengalami luka menganga di bagian wajah serta lebam di beberapa bagian tubuh. Ia sempat dilarikan ke Puskesmas Sabbang dan kemudian dirujuk ke RSUD Andi Djemma, Masamba, untuk menjalani perawatan intensif.

Pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Mapolres Luwu Utara dengan laporan polisi nomor: LP/B/135/VI/2025/SPKT/POLRES LUWU UTARA POLDA SULAWESI SELATAN.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun satuan Brimob terkait dugaan keterlibatan anggotanya dalam penganiayaan tersebut. Masyarakat dan keluarga korban berharap kasus ini ditangani secara profesional dan transparan. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : HAMSUL