HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pemerintah Kabupeten Jeneponto menggelar rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan deteksi dini, preventif, dan respon penyakit yang berpotensi kejadian luar biasa (KLB).
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu-Senin, 14-15 Juni 2024 di Hotel MaxOne Makassar. Acara ini dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri.
Baca Juga : Bukan Sekadar Bantuan, Bupati Jeneponto Dorong Lingkungan Ramah Disabilitas
Dalam sambutannya, Junaedi Bakri menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antar instansi terkait dalam menghadapi potensi KLB.
Ia menuturkan jika pelaksanaan deteksi dini dan tindakan preventif adalah kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit, khususnya Polio.
“Untuk itu melalui kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, instansi kesehatan, serta masyarakat sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan ini terutama untuk mempersiapkan generasi tangguh dan sehat menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya, Minggu (14/7/2024).
Baca Juga : Dorong Kualitas SDM, Pemkab Jeneponto Resmi Buka Pelatihan Vokasi Nasional Batch V Tahun 2026
Berbagai strategi dan langkah preventif dibahas dalam pertemuan ini, dengan fokus pada peningkatan kapasitas deteksi dini dan respon cepat terhadap ancaman penyakit yang berpotensi menjadi KLB, khususnya mempersiapkan pelaksanaan pekan kmunisasi nasional (PIN) Polio yang dilaksanakan secara serentak seluruh Indonesia.
Selain itu, evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya juga dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang ada. Langkah-langkah perbaikan diusulkan untuk meningkatkan efektivitas program di masa mendatang.
Dalam kesempatan ini, Junaedi Bakri juga menyampaikan harapannya selaku pimpinan daerah, melalui rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan deteksi dini dan respon penyakit yang berpotensi kejadian luar biasa (KLB) yang sekaligus dirangkaikan dengan rapat persiapan pelaksanaan pekan imunisasi masional (PIN) Polio tahap ke II dengan melibatkan lintas program dan lintas sektor terkait dapat menyelamatkan bangsa dan daerah kita dari penyakit menular yang berpotensi KLB.’ Katanya
Baca Juga : Audiensi dengan Dewan, Gerakan Pemuda Jeneponto Tuntut Sejumlah Keluhan Warga
Acara ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar berbagai pihak terkait dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit, serta memastikan kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi potensi KLB di Kab Jeneponto.
Diharapkan dengan pelibatan lintas sektor, maka target sasaran vaksin Polio untuk anak 0 s.d 7 tahun dengan jumlah sebanyak 53.402 orang dapat disasar selama sepekan, dengan target harian sebanyak 7.263 orang anak.
Penulis: Aswin
Baca Juga : Desa Punagaya dan Bungeng Jadi Pelopor Desa Binaan Imigrasi di Jeneponto
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
