Logo Harian.news

Pengamat Ekonomi Tanggapi Antrean BBM Subsidi di Makassar Sejak Oktober 2026

Editor : Redaksi II Selasa, 20 Oktober 2026 19:04
Pengamat ekonomi Universitas Bosowa Lukman Setiawan. Foto pribadi
Pengamat ekonomi Universitas Bosowa Lukman Setiawan. Foto pribadi

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

Baca Juga : Mas Bahlil Ganteng Rangkap Jabatan di Kabinet

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Antrean solar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) masih terus terjadi sejak Agustus hingga Oktober 2026. Dimana antrean biasanya dimulai pada sore hingga subuh di sejumlah SPBU di Makassar.

 

Pantauan Harian.News, Selasa (20/10/2026, sejumlah SPBU seperti di jalan Perintis kemerdekaan Makassar mengalami antrean panjang baik solar maupun subsidi BBM Pertalite.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

“Ini fenomena double trouble pak: Listrik padam bergilir + BBM subsidi antri panjang. Dua-duanya kejadian di Oktober ini,”kata pengamat ekonomi Universitas Bosowa Lukman Setiawan kepada Harian.News, Selasa (20/10/2026).

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

Baca Juga : Ketika Bahlil Lahadalia Merangkap Jabatan, Apa Dibenarkan UU?

Menurutnya, bahwa antriannya memang kembali panjang sejak September-Oktober 2026. Hal itu dialami SPBU di Pettarani, Hertasning, Antang, Daya antrian bisa 1-2 KM, sampai malam.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

Dimana sempat Pemprov Sulsel sampai berlakukan ganjil-genap di SPBU mulai 13 Sept 2026 sekolah daring dan pembatasan truk .

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

Kondisi itu Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sudah janji tambah kuota. Per 15 Oktober kemarin, Irjen ESDM bilang secara nasional ada penambahan dan untuk Sulsel dijaminkan ada kuota penambahan. Gubernur Andi Sudirman sudah minta tambahan 30% langsung ke Dirut Pertamina. Pertamina sudah naikkan pasokan dari 700 KL jadi 1.300 KL per hari dan buka 25 SPBU 24 jam + SPBU modular di CPI.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

Dikatakan Lukman bahwa menambah kuota BBM subsidi sebagai bentuk obat penenang, bukan obat penyembuh. Kalau kuota ditambah 30% tapi tangki jumbo masih bebas.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

Penambahan kuota berdampak pada APBN jebol karena subsidi BBM Sulsel sebagai contoh saja bisa bengkak Rp400-500 miliar.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

“UMKM tetap susah, solar untuk nelayan, pete-pete, truk logistik tetap terdisrupsi. Antriannya pindah. Hari ini terurai, 2 minggu lagi antri lagi,”terang Lukman.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

Karena itu, sebagai akademisi, ia memberikan beberapa saran kepada Pertamina. Diantaranya penindakan, bukan hanya penambahan. Razia tangki modifikasi di SPBU. Polda Sulsel dan Pertamina sudah mulai, tapi harus konsisten. Dan cabut izin SPBU yang melayani penimbun.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

Selain itu MyPertamina harus ketat. Misalnya mobil Pajero, Fortuner, mobil di atas harusnya tidak boleh pakai Pertalite. Harus balik ke aturan awal. QR Code harus jalan 100% di Makassar.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

“Kita harapkan ada transparansi kuota Pemprov umumkan. Sulsel dapat berapa KL, habisnya berapa per kabupaten. Biar tidak ada isu “kuota disembunyikan”,”jelasnya.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

Fenomena listrik padam dan antrean BBM ini saling terkait. Truk tangki BBM butuh listrik untuk pompa, SPBU butuh listrik untuk operasional. Kalau listrik padam, distribusi BBM terganggu.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

Hal ini menunjukkan Infrastruktur energi Sulsel sedang diuji di tengah pertumbuhan ekonomi 6-7%. Tentunya ekonomi sudah lari, energi harus ikut lari. Kalau tidak, Makassar bisa kena bottleneck pertumbuhan.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

Melihat kondisi antrean BBM subsidi beberapa wilayah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membongkar adanya dugaan praktik di Jakarta pada 17 Oktober 2026.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

Disebutkan bahwa adanya migrasi besar-besaran dari non-subsidi ke subsidi

harga Pertamax, Pertamax Turbo naik. Orang mampu pun pindah ke Pertalite. Ini yang disebut shifting. Kuota Pertalite yang dirancang untuk motor dan mobil kecil, tiba-tiba diserbu Pajero, Alphard.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

Selain itu adanya modus tangki jumbo yang dianggap paling parah. Bahlil sebut terang-terangan kasus di Makassar. Mobil Pajero tangkinya dimodifikasi, bisa isi 700 liter sampai 1 ton sekali isi, lalu dijual lagi ke industri dengan harga industri.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

“Bayangkan pak, 1 mobil = jatah 70 motor. Subsidi negara dijual lagi. Ini pidana. Makanya Bahlil sudah minta Kapolri baru (Jenderal Suyudi Ario Seto) turun tangan,”ujarnya.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

“Warga dengar isu langka, ikut antrean padahal tangki masih setengah. Makin panjang antriannya. Disebut panic buying,”tandasnya.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

Merespons hal itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan stok terpenuhi.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Komjen Pol Yudhiawan Wibisono, menegaskan bahwa stok BBM di Sulsel tercukupi.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

Ia meminta masyarakat tidak panik dan termakan berita hoax bahwa stok BBM menipis.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

“Stoknya sudah terpenuhi, jadi kami mengimbau kepada masyarakat tidak usah panik. InsyaAllah semua tercukupi, termasuk juga masyarakat tidak boleh termakan kurangnya stok, sehingga terjadi antrean panjang di SPBU,”ungkapnya.

Baca Juga : Pertamina Patra Niaga Tegaskan Soal Amera Desak Transparansi BBM dan LPG Subsidi

Baca Juga : Ganjil-Genap BBM Berlaku, Antrean SPBU Tanete Lebih Terkendali

 

“Juga tidak ada pengumuman resmi dari pemerintah ada kenaikan, tidak ada. Solar dan Pertalite masih sama harga dan stoknya terpenuhi,”sambung Yudhiawan usai bertemu Gubernur Andi Sudirman, di Rujab Gubernur Sulsel, Rabu (14/10/2026) lalu.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news

Follow Social Media Kami

KomentarAnda