Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Terakhir Ronaldo Bersama Portugal

Piala Dunia 2026 Jadi Turnamen Terakhir Ronaldo Bersama Portugal

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Era keemasan Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia resmi menemui babak akhir. Menjelang duel panas Portugal kontra Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) dini hari WIB, sang bintang secara gamblang mengonfirmasi bahwa turnamen di Amerika Utara ini adalah penampilan terakhirnya.

Keputusan itu menutup perjalanan dua dekade CR7 di turnamen empat tahunan sejak debutnya pada 2006.

Bukan sekadar hadir, Ronaldo mendedikasikan edisi 2026 untuk mencatatkan lembaran sejarah yang mustahil disamai: menjadi pemain pertama di dunia yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda. Rekor fenomenal ini lahir ketika Portugal membantai Uzbekistan di fase grup.

“Ini akan menjadi Piala Dunia terakhir saya, tetapi mari berharap besok (lawan Spanyol) bukan pertandingan terakhir saya,” ujar Ronaldo dikutip dari ESPN, Senin (6/7/2026).

Pernyataan itu sekaligus menepis spekulasi bahwa Ronaldo akan bertahan hingga Piala Dunia 2030, yang mana Portugal bakal menjadi tuan rumah bersama Spanyol dan Maroko.

CR7 memastikan dirinya sudah tidak akan mengenakan kostum A Selecao sebagai pemain saat usianya menginjak 45 tahun.

Hapus Penyesalan, Cetak Rekor Fase Gugur

Fakta bahwa Ronaldo belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia sepanjang kariernya kerap dijadikan bahan perdebatan.

Namun, legenda asal Madeira itu menolak menilai kesuksesan hanya dari gelar. Ia meninggalkan panggung internasional dengan kepala tegak dan hati nurani bersih—bahkan ia merating dedikasinya sebesar “1000 persen”.

“Saya tidak kekurangan apa pun dalam hidup. Saya tidak akan menjadi lebih atau kurang Cristiano hanya karena memenangkan Piala Dunia,” tegas peraih gelar Piala Eropa 2016 tersebut.

Sepanjang perjalanan di Piala Dunia 2026, Ronaldo sudah mengoleksi tiga gol. Satu di antaranya memiliki nilai sejarah tersendiri: gol penalti saat menyingkirkan Kroasia di babak 32 besar.

Itu adalah gol perdana Ronaldo di fase gugur Piala Dunia sepanjang kariernya, mematahkan stigma bahwa ia hanya “pemain turnamen besar di fase grup”.

Dekati Akhir, Nikmati Proses

Usia memaksa Ronaldo melihat sepak bola dari kacamata yang lebih bijak. Ia mengakui Piala Dunia 2026 memberikan getaran emosional berbeda dibandingkan lima edisi sebelumnya. Kedekatan dengan suporter dan atmosfer stadion menjadi penunda kepergian yang paling ia nikmati.

“Ini fantasis. Ini melampaui apa yang terjadi di lapangan. Ini adalah Piala Dunia yang paling akan saya ingat karena gairah yang ditunjukkan orang-orang,” tuturnya.

Kini, bola ada di lapangan. Duel Derby Iberia melawan Spanyol bukan sekadar pertaruhan tiket perempat final, melainkan penentu apakah napas karier internasional paling gemilang sepanjang masa itu masih akan terus berdetak, atau langsung padam di pagi buta tanggal 7 Juli 2026.***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Halaman

Penulis : ANDI AWAL TJOHENG