“Saya tidak kekurangan apa pun dalam hidup. Saya tidak akan menjadi lebih atau kurang Cristiano hanya karena memenangkan Piala Dunia,” tegas peraih gelar Piala Eropa 2016 tersebut.
Sepanjang perjalanan di Piala Dunia 2026, Ronaldo sudah mengoleksi tiga gol. Satu di antaranya memiliki nilai sejarah tersendiri: gol penalti saat menyingkirkan Kroasia di babak 32 besar.
Baca Juga : Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Trio Messi-Mbappe-Haaland Bersaing Ketat
Itu adalah gol perdana Ronaldo di fase gugur Piala Dunia sepanjang kariernya, mematahkan stigma bahwa ia hanya “pemain turnamen besar di fase grup”.
Dekati Akhir, Nikmati Proses
Usia memaksa Ronaldo melihat sepak bola dari kacamata yang lebih bijak. Ia mengakui Piala Dunia 2026 memberikan getaran emosional berbeda dibandingkan lima edisi sebelumnya. Kedekatan dengan suporter dan atmosfer stadion menjadi penunda kepergian yang paling ia nikmati.
Baca Juga : Maple, Zayu, Clutch: 3 Maskot Piala Dunia 2026 dan Filosofinya
“Ini fantasis. Ini melampaui apa yang terjadi di lapangan. Ini adalah Piala Dunia yang paling akan saya ingat karena gairah yang ditunjukkan orang-orang,” tuturnya.
Kini, bola ada di lapangan. Duel Derby Iberia melawan Spanyol bukan sekadar pertaruhan tiket perempat final, melainkan penentu apakah napas karier internasional paling gemilang sepanjang masa itu masih akan terus berdetak, atau langsung padam di pagi buta tanggal 7 Juli 2026.***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
