Logo Harian.news

Pimpinan DPRD Sulbar Apresiasi Pembukaan Magister Administrasi Publik Unika Mamuju

Editor : Redaksi II Minggu, 11 Oktober 2026 10:32
Sambutan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat pada pembukaan Program Studi Magister Administrasi Publik di Universitas Tomakaka. Foto Humas DPRD Sulbar
Sambutan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat pada pembukaan Program Studi Magister Administrasi Publik di Universitas Tomakaka. Foto Humas DPRD Sulbar

Baca Juga : Miris, Warga Sakit di Mamuju Harus Ditandu Sejauh 40 km untuk Bisa ke Puskesmas

Baca Juga : Dirut dr Arie’ Sambut Rombongan Pemkab Mamuju Lakukan Studi Tiru di RSUD Daya

 

HARIAN.NEWS, MAMUJU – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, Suraidah Suhardi, mengapresiasi pembukaan Program Studi Magister Administrasi Publik di Universitas Tomakaka (Unika) Mamuju. Ia menilai kehadiran program pascasarjana tersebut dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus menjawab kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat.

Baca Juga : Miris, Warga Sakit di Mamuju Harus Ditandu Sejauh 40 km untuk Bisa ke Puskesmas

Baca Juga : Dirut dr Arie’ Sambut Rombongan Pemkab Mamuju Lakukan Studi Tiru di RSUD Daya

 

“Universitas Tomakaka sudah membuat gebrakan baru dengan dibukanya S2 Pascasarjana Magister Administrasi Publik. Ini langkah yang maju karena bisa menjawab kebutuhan masyarakat,”ujar Suraidah dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).

Baca Juga : Miris, Warga Sakit di Mamuju Harus Ditandu Sejauh 40 km untuk Bisa ke Puskesmas

Baca Juga : Dirut dr Arie’ Sambut Rombongan Pemkab Mamuju Lakukan Studi Tiru di RSUD Daya

 

Baca Juga : Berhasil Selesaikan S2, Kepala Desa Orobatu: Motivasi Pendidikan untuk yang Masyarakat Desa

Menurut Suraidah, pengembangan pendidikan pascasarjana perlu berjalan beriringan dengan dukungan pemerintah terhadap akses pendidikan. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah program beasiswa yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka.

Baca Juga : Miris, Warga Sakit di Mamuju Harus Ditandu Sejauh 40 km untuk Bisa ke Puskesmas

Baca Juga : Dirut dr Arie’ Sambut Rombongan Pemkab Mamuju Lakukan Studi Tiru di RSUD Daya

 

Ia menyebutkan, anggaran beasiswa pada 2025 mencapai sekitar Rp 5 miliar untuk 551 penerima. Pada 2026, alokasi tersebut meningkat menjadi sekitar Rp 7 miliar dengan sasaran 1.040 penerima. Pemerintah provinsi juga merencanakan anggaran sekitar Rp 8 miliar untuk tahun berikutnya.

Baca Juga : Miris, Warga Sakit di Mamuju Harus Ditandu Sejauh 40 km untuk Bisa ke Puskesmas

Baca Juga : Dirut dr Arie’ Sambut Rombongan Pemkab Mamuju Lakukan Studi Tiru di RSUD Daya

 

“Investasi pendidikan melalui beasiswa ini tidak bisa kita samaratakan dengan pembangunan infrastruktur. Beasiswa adalah investasi masa depan yang manfaatnya baru bisa kita rasakan empat sampai lima tahun ke depan.” Kata Suraidah.

Baca Juga : Miris, Warga Sakit di Mamuju Harus Ditandu Sejauh 40 km untuk Bisa ke Puskesmas

Baca Juga : Dirut dr Arie’ Sambut Rombongan Pemkab Mamuju Lakukan Studi Tiru di RSUD Daya

 

Baca Juga : Desa Orobatu: Mewujudkan Potensi Wisata dan Kesejahteraan Masyarakat

Ia berharap mahasiswa Universitas Tomakaka dapat memanfaatkan program beasiswa tersebut secara lebih optimal. Menurut dia, dukungan terhadap pendidikan tinggi juga berpotensi menjaga perputaran ekonomi di daerah, terutama jika masyarakat Sulawesi Barat dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan daerahnya.

Baca Juga : Miris, Warga Sakit di Mamuju Harus Ditandu Sejauh 40 km untuk Bisa ke Puskesmas

Baca Juga : Dirut dr Arie’ Sambut Rombongan Pemkab Mamuju Lakukan Studi Tiru di RSUD Daya

 

Dukungan terhadap pengembangan pendidikan pascasarjana juga disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Mamuju Tengah, Hj. Nirmalasari Aras. Ia menilai tiga program studi magister yang dibuka Universitas Tomakaka relevan dengan kebutuhan pembangunan dan tata kelola pemerintahan daerah.

Baca Juga : Miris, Warga Sakit di Mamuju Harus Ditandu Sejauh 40 km untuk Bisa ke Puskesmas

Baca Juga : Dirut dr Arie’ Sambut Rombongan Pemkab Mamuju Lakukan Studi Tiru di RSUD Daya

 

Nirmalasari mencontohkan visi agropolitan Kabupaten Mamuju Tengah yang membutuhkan dukungan keahlian di bidang agribisnis. Adapun Magister Administrasi Publik dan Magister Hukum dinilai penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan serta pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD.

Baca Juga : Miris, Warga Sakit di Mamuju Harus Ditandu Sejauh 40 km untuk Bisa ke Puskesmas

Baca Juga : Dirut dr Arie’ Sambut Rombongan Pemkab Mamuju Lakukan Studi Tiru di RSUD Daya

 

“Tiga program studi magister yang dibuka Universitas Tomakaka ini merupakan kebutuhan daerah karena lahir dari pemetaan masalah dan kebutuhan pemerintah daerah,”ujar Nirmalasari.

Baca Juga : Miris, Warga Sakit di Mamuju Harus Ditandu Sejauh 40 km untuk Bisa ke Puskesmas

Baca Juga : Dirut dr Arie’ Sambut Rombongan Pemkab Mamuju Lakukan Studi Tiru di RSUD Daya

 

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah turut mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa tematik yang disesuaikan dengan visi dan misi pembangunan daerah.

Baca Juga : Miris, Warga Sakit di Mamuju Harus Ditandu Sejauh 40 km untuk Bisa ke Puskesmas

Baca Juga : Dirut dr Arie’ Sambut Rombongan Pemkab Mamuju Lakukan Studi Tiru di RSUD Daya

 

Bidang yang menjadi perhatian meliputi pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan agropolitan. Nirmalasari berharap perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga : Miris, Warga Sakit di Mamuju Harus Ditandu Sejauh 40 km untuk Bisa ke Puskesmas

Baca Juga : Dirut dr Arie’ Sambut Rombongan Pemkab Mamuju Lakukan Studi Tiru di RSUD Daya

 

“Universitas Tomakaka menjawab kebutuhan-kebutuhan kami di daerah. Mudah-mudahan Tridarma perguruan tinggi tidak hanya terkait pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Mamuju Tengah siap menerima mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN),”tuturnya.

Baca Juga : Miris, Warga Sakit di Mamuju Harus Ditandu Sejauh 40 km untuk Bisa ke Puskesmas

Baca Juga : Dirut dr Arie’ Sambut Rombongan Pemkab Mamuju Lakukan Studi Tiru di RSUD Daya

 

Pembukaan program magister tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Keterkaitan kurikulum dengan kebutuhan pembangunan, dukungan pembiayaan pendidikan, serta keterlibatan mahasiswa dalam pengabdian masyarakat menjadi faktor penting agar pendidikan tinggi memberikan manfaat yang terukur bagi daerah.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda