Logo Harian.news

Polisi Gerebek Sarang Narkoba di “Borta” Makassar: 98 Orang Positif dan 3 Bandar Ditangkap

Editor : Redaksi II Sabtu, 10 Oktober 2026 14:35
Konferensi pers tim gabungan aparat kepolisian hasil penggerebekan di Borta Makassar, Sulawesi Selatan, dinihari Sabtu (10/10/2026). Foto Harian.News
Konferensi pers tim gabungan aparat kepolisian hasil penggerebekan di Borta Makassar, Sulawesi Selatan, dinihari Sabtu (10/10/2026). Foto Harian.News

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Polisi menggerebek sarang narkoba di wilayah Borong Taipa “Borta”, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (9/10/2026).

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Operasi merupakan gabungan Polrestabes Makassar dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) serta Satresnarkoba Polres Pelabuhan Makassar.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Baca Juga : Polda Sulsel Periksa Taufan Pawe: Dugaan Korupsi Anggaran Dinkes Parepare 2017-2018

Sebanyak 104 orang diamankan, sementara tiga orang yang diduga sebagai bandar narkotika ditangkap dalam operasi tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun melalui konferensi pers yang dipimpin langsung Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Sulsel Kombes Pol Sugeng Sudarso, Wadir Ditresnarkoba AKBP Yudi Frianto, serta Kasat Narkoba AKBP Lulik Febyantara.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Dalam konferensi pers dinihari Sabtu (10/10/2026), Kombes Arya Perdana menjelaskan bahwa operasi tersebut dilakukan karena kawasan Sapiria Borta di wilayah Tallo telah berulang kali menjadi perhatian aparat terkait dugaan maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

“Latar belakangnya, Kampung Sapiria Borta di wilayah Tallo ini memang sudah kerap kali diketahui bahwa peredaran narkoba di sana cukup besar,” ujar Arya saat memberikan keterangan kepada awak media.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Baca Juga : Kombes Sugeng Sudarso: DPO Narkoba yang Tewas di RS Bayangkara Tahanan Kabur Polda Sulsel 

Operasi gabungan itu melibatkan 80 personel Polrestabes Makassar dan 25 personel Ditresnarkoba Polda Sulsel, serta sejumlah personel Polres Pelabuhan Makassar.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Menurut Arya, penggerebekan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika. Dari 104 orang yang diamankan, polisi melakukan pemeriksaan urine.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Hasilnya, sebanyak 98 orang dinyatakan positif, sedangkan enam orang lainnya negatif. Arya menegaskan, penanganan terhadap orang-orang yang diamankan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan bukti yang ditemukan oleh penyidik.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

“Kalau memang ada barang bukti, kita akan proses lanjut. Tetapi yang tidak ada barang bukti, maka nanti akan kita rehabilitasi bersama-sama dengan pihak pemerintah juga atau pihak swasta,” jelasnya.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Adapun enam orang yang hasil tes urinenya negatif akan didata sebelum dikembalikan. Arya mengatakan, identitas mereka tetap dicatat untuk kepentingan penyelidikan apabila diperlukan.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

“Kalau yang negatif, ya enggak ada pidananya, kita kembalikan. Tapi kita catat namanya, kita data, ya mungkin kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,” katanya menjawab pertanyaan wartawan.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menangkap tiga orang yang diduga berperan sebagai bandar narkotika. Ketiganya masing-masing berinisial P, A, dan W. Arya menyebut, salah satu terduga bandar berinisial P telah lama menjadi target kepolisian dan disebut berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

“Ada tiga. P, A, dan W. Ini yang satu memang sudah ditarget, sudah dicari, dan inisialnya P. Ini juga residivis, sudah berkali-kali,” ungkap Arya.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Meski demikian, penyidik masih perlu mendalami peran masing-masing terduga pelaku, termasuk dugaan keterlibatan mereka dalam aktivitas peredaran narkotika di kawasan tersebut.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Dari operasi itu, polisi menyita sabu seberat sekitar 10 gram, uang tunai Rp49.600.000 yang diduga berasal dari hasil penjualan narkotika, 104 set alat isap atau bong, dua unit timbangan, 26 unit telepon genggam, serta sejumlah saset kosong.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Polisi juga membongkar pintu baja yang menurut keterangan aparat digunakan sebagai loket transaksi narkotika di lokasi tersebut.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Arya menjelaskan, pintu besi itu sebelumnya pernah dibongkar dalam penggerebekan pada tahun lalu. Namun, menurutnya, penghalang tersebut kembali dibangun dengan konstruksi yang lebih kuat.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

“Setelah dirobohkan tahun lalu, tahun ini dibangun lagi lebih kuat lagi. Jadi kita robohkan lagi dan kita tangkap semua penggunanya,” kata Arya.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Keberadaan pintu baja tersebut, menurut polisi, diduga dimanfaatkan untuk membatasi akses masuk ke lokasi sehingga menyulitkan aparat saat melakukan penindakan.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Penggerebekan di kawasan tersebut tidak berlangsung tanpa hambatan. Arya mengungkapkan, personel gabungan sempat mendapat perlawanan dari sejumlah orang di sekitar lokasi.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

“Ada perlawanan. Anggota dari Polda, dari Ditresnarkoba, juga dari Polrestabes, dari Satresnarkoba, itu dilempari batu, dilempari kayu,” ujarnya.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Meski menghadapi perlawanan, petugas tetap melanjutkan operasi hingga mengamankan sejumlah orang dan barang bukti yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan serta peredaran narkotika.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Selain mengungkap dugaan aktivitas peredaran narkotika di tingkat lokal, kepolisian juga mendalami kemungkinan adanya jaringan pemasok dari luar daerah.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Arya mengatakan, berdasarkan sejumlah pengungkapan kasus sebelumnya, terdapat indikasi jalur peredaran narkotika dari Malaysia melalui Kalimantan hingga masuk ke Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

“Dari beberapa kali kita melakukan pengungkapan, diketahui jaringannya, jaringan dari luar, dari Malaysia melalui Kalimantan masuk ke Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Namun, keterkaitan jalur tersebut dengan kasus penggerebekan di Sapiria Borta masih harus dibuktikan melalui penyelidikan lebih lanjut. Arya juga menyebut bahwa kepolisian berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan jalur masuk narkotika, termasuk pelabuhan dan pulau-pulau terluar yang dinilai perlu mendapat perhatian.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Arya turut menanggapi pertanyaan wartawan mengenai dugaan kaitan peredaran narkotika dengan aksi tawuran yang kerap terjadi di sekitar kawasan Tallo.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Ia mengatakan, isu tersebut akan didalami oleh kepolisian, tetapi belum dapat disimpulkan sebagai hubungan sebab-akibat dalam perkara ini.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

“Memang isu itu ada, tapi kita pasti dalami kaitan antara tawuran dengan masuknya narkoba di sana,” kata Arya.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Menurutnya, operasi tersebut diharapkan tidak hanya menekan peredaran narkotika, tetapi juga membantu meredakan berbagai tindakan negatif yang terjadi di kawasan tersebut.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Arya menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak hanya dilakukan di Makassar, melainkan juga di sejumlah wilayah lain di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

“Ini adalah program yang akan kita terus lakukan guna menciptakan Indonesia bersih dari narkoba,” ujarnya.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Ia menyebut operasi serupa turut dilaksanakan di Toraja Utara dan beberapa wilayah lainnya. Namun, data keseluruhan hasil operasi di tingkat provinsi masih menunggu laporan dari masing-masing wilayah.

Baca Juga : Atensi Kapolri Suyudi Ario Seto: Gempur Sarang Narkoba Serentak di Indonesia

Baca Juga : Propam Polda Sulsel Periksa 11 Polisi Soal Kematian Rafli yang Misterius

 

Sementara itu pemeriksaan terhadap orang-orang yang diamankan masih berjalan. Polisi menyatakan akan menyampaikan informasi lebih lanjut setelah identitas, pekerjaan, dan peran masing-masing pihak diketahui secara jelas.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda